Warga Desa Aweh Protes Tempat Pembuangan Limbah Ternak Ayam

  • Whatsapp
Warga Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak Protes Tempat Pembuangan Limbah Ternak Ayam
satu unit mobil truk sedang membuang limbah ternak ayam di Kampung Rangkong RT 004 RW 003, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Warga Kampung Rangkong RT 004 RW 003, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak memprotes kebijakan Kepala Desa (Kades) yang memberikan izin tempat pembuangan limbah ternak ayam. Mereka khawatir keberadaan tempat limbah ternak ayam di kampungnya tersebut dapat merusak lingkungan dan kesehatan.

Salah Seorang pemuda Kampung Rangkong, Desa Aweh Deden mendesak, Kades membatalkan pemberian tempat pembuangan limbah ternak ayam di kampungnya. Sebab, mayoritas warga Kampungnya menolak keberadaan tempat pembuangan limbah ternak ayam tersebut.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat menolak karena khawatir keberadan tempat pembuangan limbah ternak ayam, bisa menganggu kesehatan,” kata Deden kepada radar24news.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Sebulan Rampung Diperbaiki, Jalan Bojongleles di Lebak Sudah Rusak

Deden mengaku, sudah menyampaikan aspirasi penolakan tempat pembuangan limbah ternak ayam tersebut kepada pihak desa. Namun, pihak desa tidak merespon dengan dasar surat izin lingkungan sudah ditandatangani oleh Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW) dan sebagian warga.

Menurut Deden, surat izin lingkungan yang diperlihatkan itu dinilai belum mewakili mayoritas warga. Selain itu, warga juga banyak yang tidak tahu bahwa akan ada tempat pembuangan limbah ternak ayam.

“Saat warga mengetahui ada tempat pembuangan limbah ternak ayam langsung protes ke Kades,” tuturnya.

Sementara itu, Irwan Pemuda Desa Aweh lainnya menambahkan, warga menolak keras Kampung Rangkong yang dicintainya itu dijadikan tempat pembuangan limbah ternak ayam.

“Kotoran ayam yang mereka buang itu kan bukan satu karung- dua karung, tapi mereka sekali membuang dan diturunkan itu puluhan ton. Ditambah lokasinya dekat permukiman warga, tentu ini akan mengganggu kesehatan warga setempat,” pungkasnya.

Kepala Desa Aweh Hatobi belum bisa dikonfirmasi soal aspirasi warga ini. Beberapa kali didatangi ke Kantor Desa Awh, Hatobi tidak berada di kantornya. Wartawan radar24news.com masih berusaha konfirmasi kepada Hatobi. (aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *