Upaya Pemkab Tangerang Tangani Stunting, 10 Desa Jadi Lokus

  • Whatsapp
Upaya Pemkab Tangerang Tangani Stunting, 10 Desa Jadi Lokus
Suasana rapat koordinasi penanganan Stunting, Senin (25/10/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Pemkab Tangerang terus upaya untuk menanggulangi permasalahan stunting (tinggi badan tidak normal) dan gizi buruk. Aksi nyatanya, Pemkab Tangerang menjadikan 10 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Sri Indriyani menyatakan, untuk menanggulangi dan menangani angka stunting di Kabupaten Tangerang dibutuhkan komitmen dari semua pihak. Untuk itu, pihaknya menggelar koordinasi dengan sejumlah eleman yang tergabung di Tim Tangerang Gemilang Cegah Stunting atau Tegas.

Bacaan Lainnya

“Hari ini, kita menggelar koordinasi di Hotel Qubika Gading Serpong. Kita bahas hasil kerja selama ini dan merencanakan monitoring Kembali ke lokus stunting. Insyallah monitoring akan dilakukan pada November 2021 mendatang,” kata Sri, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Capai 8,5 Persen

Menurut Sri, untuk mengejar penurunan angka stunting, Pemkab Tangerang menambahk 10 desa di 7 kecamatan sebagai lokus stunting. Kesepuluh desa itu berada di Kecamatan Jambe, Kecamatan Rajeg, Kecamatan Mauk, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Kemiri, Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Sepatan Timur.

“Tahun ini, kita menambah 10 desa di 7 kecamatan sebagai lokus stunting. Ini bukti nyata kita terus berupaya keras untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Sri menambahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, tim Tegas telah bekerja dengan baik. Artinya, apa yang direncanakan dalam menangani persoalan stunting sudah dijalankan dengan baik.

“Saya menilai, Tim Tegas sudah bekerja dengan baik. Tahun ini juga kita dibantu oleh Tim PKK untuk membantu penanganan stunting,” pungkasnya. (mey)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.