Tipu Warga Cisoka Rp90 juta, Polisi Gadungan Berpangkat Irjen Dibekuk

  • Whatsapp
Tipu Warga Cisoka Rp90 juta, Polisi Gadungan Berpangkat Irjen Dibekuk
Pelaku DS polisi gadungan mengaku pangkat Irjen. (istimewa)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Polsek Mauk, Polresta Tangerang membekuk seorang polisi gadungan yang diketahui berinisial DS (60). Pelaku yang mengaku berpangkat Inspektur Jendral (Irjen) ditangkap di Kampung Santri, Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Mauk AKP Rustantiyo melalui Kanitreskrim Polsek Mauk Iptu I Nyoman Nariana mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari kecurigaan salah seorang warga Kecamatan Kemiri bernama Agus kepada tersangka yang mengaku polisi berpangkat Irjen. Warga itu langsung melaporkan ke Polsek Mauk.

Bacaan Lainnya

“Mendapatkan laporan itu, tim Reskrim Polsek Mauk mendatangi lokasi dan meminta keterangan pelaku yang mengaku-ngaku polisi berpangkat Irjen,” ungkap I Nyoman kepada radar24news.com, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Raup Untung Ratusan Juta, Penipu Lowongan Kerja Dibekuk Polisi di Balaraja

Saat diminta keterangan lanjutan di Polsek Mauk, lanjut I Nyoman, keterangan pelaku semakin janggal ketika ditanya terkait tahun lulus kepolisian. Dari situlah, akhirnya pemeriksaan terhadap pelaku semakin diperdalam. Dan dari pemeriksaan itulah, diketahui pelaku telah melakukan penipuan terhadap salah seorang warga Kecamatan Cisoka.

“Modus, pelaku mengaku bisa meloloskan anak korban jadi polisi dengan imbalan Rp90 juta. Tapi setelah uang diberikan, janji pelaku tidak terbukti,” terangnya.

Merasa tertipu, tambah I Nyoman, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cisoka, Polresta Tangerang. Namun pelaku langsung kabur karena mengetahui korban melaporkannya ke Polsek Cisoka.

“Pelaku sudah kita serahkan ke Polsek Cisoka, karena TKP (tempat kejadian perkara) di Polsek Cisoka,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Cisoka AKP Nurrokhman mengatakan, polisi gadungan berpangkat Irjen diduga telah menipu warga Kecamatan Cisoka berinisial AR. Saat itu, pelaku mengaku bisa meloloskan anak korban jadi polisi dengan membayar uang Rp90 juta.

“Pelaku kasus 378 dan 372 (penipuan dan penggelapan_red). Kronologis lengkapnya, nanti dikabarin lagi,” singkatnya melalui pesan WhatsApp. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.