Tersangka Korupsi Rehab Rumah di Lebak Kembalikan Uang Rp 130 Juta

  • Whatsapp
Tersangka Korupsi Rehab Rumah di Lebak Kembalikan Uang Rp 130 Juta
Kepala Kejari Kabupaten Lebak Nur Handayani (tengah) menerima pengembalian uang negara dari pengacara tersangka, Rabu (24/2/2021).

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Lima tersangka kasus dugaan korupsi bantuan rehab rumah melalui program rumah tidak layak huni (RTLH) mengembalikan uang negara kepada Kejasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak. Namun, Uang negara yang dikembalikan baru Rp 130 juta, sementara kerugian negara dalam kasus korupsi tersebut mencapai Rp 551 juta.

Sekedar informasi, kasus tindak pidana korupsi (tipikor) ini berhasil diungkap oleh Polres Lebak. Saat itu polisi menetapkan lima tersangka berinisial C, N, S, A dan U. Kemudian, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejari Kabupaten Lebak, Nur Handayani mengatakan, kelima tersangka korupsi berpatungan untuk mengembalikan kerugian negara. Namun baru mengembalikan sebesar Rp 130 juta. Kemungkinan, sisa dari kerugian negara tersebut menyusul akan dikembalikan oleh para tersangka.

“Pada hari ini kami terima uang Rp 130 juta. Dan akan kami kirimkan kepada Kas Negara,” kata Nur kepada radar24news.com saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Lebak, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: 10 Pegawai Terpapar Virus Corona, Giliran Kantor BPKAD Lebak Ditutup

Meskipun para tersangka berusaha untuk mengembalikan kerugian negara, lanjut Nur, proses hukum tetap berjalan. Saat ini, kelima tersangka sudah ditahan dan sedang menunggu proses persidangan yang akan digekar di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

“Jika ingin mengikuti proses persidangannya, silahkan hadir di PN Serang,” ucapnya.

Nur menambahkan, sejak ada penetapan tersangka, Kejari Kabupaten Lebak memberikan kesempatan kepada para tersangka untuk mengembalikan kerugian negara yang sudah dinikmati oleh tersangka.

“Jika tuntuta para tersangka, kita lihat saja saat persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara kelima tersangka, Acep Saepudin mengatakan, kasus ini sudah ditangani oleh PN Serang. Artinya, permintaan penaguhan penahanan untuk para tersangka merupakan keweangan PN Serang.

“Kita sudah mengajukan penaguhan penahanan ke majelis hakim PN Serang, tapi memang sampai saat ini masih proses pertimbangan. Kita mengajukan agar kelima tersangka menjadi tahanan kota atau tahanan rumah,” katanya.

Menurut Cecep, keluarga kelima tesangka merasa kesulitan untuk mengembalikan secara keseluruhan kerugian negara tersebut. Jika kelima tersangka masih berada didalam atau dipenjara.

“Harapannya, semoga kedepan dikabulkan permohonan penanguhan penahanannya,” pungkasnya. (aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.