Terlilit Utang Akibat Judi Online, Warga Pasar Kemis Nekat Rampok Mobil

  • Whatsapp
Terlilit Utang Akibat Judi Online, Warga Pasar Kemis Nekat Rampok Mobil
Pelaku dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Selasa (15/2/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang meringkus Pria berinisial AK (36 tahun), warga Kampung Ketos, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Dia ditangkap usai melakukan aksi perampokan mobil pick up milik warga berinisial GS pada 28 Januari 2020 lalu di di wilayah Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku nekat melakukan aksi perampokan tersebut lantara terlilit utang judi online.

“Dari pengakuannya karena terlilit utang judi online,” kata Wahyu kepada radar24news.com saat konferensi pers, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Minum Teh Setiap Hari, Bikin Badan Segar

Wahyu menjelaskan, modus yang digunakan pelaku yakni berpura-pura ingin menyewa mobil korban untuk membawa barang pidahan rumah.

“Pelaku ini sempat meminta untuk sewa lepas kunci, namun korban menolak,” jelasnya.

Akhirnya, lanjut Wahyu, pelaku sepakat untuk diantar oleh korban. Namun, tersangka terlebih dulu meminta diantar untuk menjemput temannya berinisial S di Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis.

“korban ini akhirnya mengantarkan pelaku untuk menjemput S (DPO). Kemudian, S membawa sebongkah batu dan disimpan di dalam mobil dan beralasan barang pindahan sudah lebih dulu dibawa oleh mobil lain,” ujarnya.

Kemudian, para pelaku mengajak korban untuk mengambil limbah di Kampung Ketos, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersangka menyuruh korban untuk berhenti, saat itu juga tersangka AK langsung memukul kepala korban berkali-kali menggunakan batu yang sudah disiapkan oleh tersangka S.

“Korban pingsan dengan luka terbuka di bagian kepala sebelah kiri. Lalu kedua pelaku membawa mobil dan meninggalkan korban di pinggir jalan,” tuturnya.

Wahyu menambahka, pelaku dijerat pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasa.

“Pelaku terancam, pidana maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (siti nurhasanah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *