Tega! Istri Hamil Dipukuli Suami Hingga Tewas di Tangerang Selatan

  • Whatsapp
Pelaku Ansari (40 tahun) digiring Satreskrim Polsek Pamulang.

KOTA TANGSEL,RADAR24NEWS.COM-Nasib Thayyibah (28 tahun), warga Dusun Banyu Aju RT 001 RW 003, Kelurahaan Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sungguh tragis.

Dia akhirnya merengang nyawa setelah dipukuli suaminya, Ansari (40 tahun) di rumah kontrakannya di Jalan Kubis 1 RT 004 RW 005, Kelurahaan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Bacaan Lainnya

Mencuatnya perbuatan keji Ansari tersebut, setelah warga membeberkan kejadian dan melapor ke Polsek Pamulang. Setelah mendapat laporan itu, Polsek Pamulang langsung menangkap pelaku.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto menjelaskan, korban dan pelaku yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) ini tingga di rumah kontrakan, yang juga dijadikan warung sembako di wilayah Kelurahaan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang.

Ketika korban menunggu warung dan salah memberikan uang kembalian, pelaku marah dan menganiaya korban hingga meninggal dunia. Padahal, korban ini sedang hamil satu bulan.

“Motif pelaku menganiaya istrinya itu dipicu karena kesal, korban sering salah memberikan uang kembalian. Pelaku langsung melampiaskan kekesalan dengan memukul bagian wajah, badan hingga kaki korban. Akibatnya, korban mengalami memar hingga meninggal dunia,” kata Supiyanto kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Perbuatan keji pelaku ini, lanjut Supiyanto, diketahui salah seorang warga yang kebetulan mau belanja ke warung milik pelaku tersebut. Saat itu, warga melihat pelaku sedang memeluk istrinya yang sudah lemas.

“Saat diperikasa oleh warga itu, ternyata korban sudah meninggal dunia. Warga itu langsung melapor ke Polsek Pamulang,” ungkapnya.

Suiyanto menambahkan, setelah mendapatkan laporan warga, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung menangkap pelaku, sementara korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati untuk dulakukan visum.

“Setelah diminta keteranga, pelaku mengaku perbuatannya. Untuk itu kami jerat pelaku ini dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT. Ancamnnya 15 tahun penjara,” pungkasnya. (deden)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *