Tawuran di Batu Ceper Tangerang, 3 Siswa SMP Kena Luka Bacok

Tawuran di Batu Ceper Tangerang, 3 Siswa SMP Kena Luka Bacok
Ilustrasi tawuran pelajar. Foto: Metropolitan.

KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Tawuran antar pelajar kembali terjadi di Kota Tangerang. Kali ini terjadi di Jalan Poris Indah, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang. Akibatnya, 3 orang yang diketahui masih berstatus siswa SMP menglami luka bacok. Sementara 6 pelaku diamankan Polisi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin mengungkapkan bahwa para pelaku telah janjian di media sosial (medsos) untuk melakukan tawuran di lokasi. Mereka dibekali senjata tajam (sajam) saat tawuran tersebut. Akibatnya 3 orang mengalami luka dibagian pingang, punggung dan perut. Saat ini, para korban luka sudah mendapatan perawatan medis di Rumah Sakit Sari Asih, Kecamatan Cipondoh.

Bacaan Lainnya

“Ada 3 orang yang menglami luka, satu orang mengalami luka dipunggung, 1 orang diperut dan 1 orang dipinggang. Mereka semua sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sari Asih,” ungkap Komarudin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/3/2022).

Lebih lanjut Komarudin mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan enam pelaku tawuran tersebut. Keenam pelaku tersebut berinisial AL alamat Gang Ampera 1 Poris Gaga, DN alamat Gang MD, Kelurahan Poris Jaya, EZ alamat Gang MD Kelurahan Poris jaya dan GBL alamat Warung Buntu Kalideres. Sementara empat pelaku lainnya masih diburu karena melarikan diri saat akan diamankan.

“Keenam pelaku saat ini masih diminta keterangannya lebih lanjut di Polsek Batu Ceper, sementara 4 pelaku lainnya yang sudah dikantongi indentitasnya sedang dilakukan pengejaran,” terangnya.

Dalam kesempatan ini Komarudin juga menegaskan bahwa tim cyber Polres Metro Tangerang Kota juga sedang melakukan penyelidikan akun – akun kelompok pemuda di Medsos yang dipergunakan untuk menggelar janjian tawuran.

“Kami sedang menyelidiki perilaku di sosmed, kita terus buru. Jadi jangan coba-coba,” tegasnya.

Untuk para pelaku yang diamankan tersebut, tambah Kamrudin, dijerat dengan pasal 169 junto 170, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (wulan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.