Tanah Pemkab di Teluknaga Belum Dijual Sudah Dikuasai Swasta?

  • Whatsapp
Tanah Pemkab Tangerang di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga yang akan dijual sudah berbentuk pondasi jalan. (foto radar24news.com)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Aset tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang seluas 85.620 meter persegi atau 8,5 hektare lebih di Kampung Muara RT 020 RW 008, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga kuat sudah dikuasai pihak swasta.

Padahal, Pemkab Tangerang baru meminta persetujuan DPRD Kabupaten Tangerang untuk menjual aset tanah tersebut.

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan radar24news.com di lokasi, kondisi aset tanah milik Pemkab Tangerang yang awalnya empang sekarang sudah rata diurug. Pondasi jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 50 meter pun sudah selesai dibangun. Sementara itu, dua alat berat tengah merapihkan badan jalan.

“Betul, itu lokasi tanah yang sudah diurug dan dibangun jalan milik Pemkab Tangerang. Luasnya kurang lebih 8,5 hektare,” kata Arif, Kepala Seksi (Kasie) Perencanaan dan Pembangunan Desa Muara saat dikonfirmasi radar24news.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: UMP di Banten Belum Diketok, Disnakertran: Tunggu Permenaker

Menurut Arief, sebelum tanah itu diurug oleh pihak swasta, tanah Pemkab Tangerang itu berupa empang atau tambak. Namun Arief menegaskan, bahwa saat tanah Pemkab Tangerang itu diurug saat Pemerintah Desa (Pemdes) yang dulu, bukan yang sekarang.

“Tapi begini ya, tanah Pemkab Tangerang diurug itu saat Pemdes yang dulu bukan yang sekarang,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, diantaranya membidangi Aset, Sapri mengaku, sudah memantau kondisi aset tanah Pemkab Tangerang di Desa Muara tersebut. Faktanya memang tanah itu sudah diurug oleh pihak swasta.

“Saya sudah cek ke lokasi dan memang kondisinya sudah diurug oleh pihak pengembang, Kita sebenarnya sudah menyampikan ke Pemkab Tangerang. Idealnya tanah yang belum dijual jangan dulu diurug. Harusnya Pemkab yang menindak,” kata Sapri melalui telepon.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail enggan berkomentar. Menurutnya, saat ini Panitia Khusus (Pansus) pemindahantanganan aset sedang bekerja.

“Kita tunggu dulu, Pansus sedang bekerja,” katanya.

Hasil akhir DPRD Kabupaten Tangerang, menurut Kholid, ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama membatalkan dan mesetujui keinginan Pemkab Tangerang melepas aset tanah tersebut.

“Kemungkin batal dan setuju bisa saja, mangkanya kami butuh masukan masyarakat juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang, Muji belum bisa memberikan keterengan terkait aset tanah di Desa Muara tersebut.

“Saya lagi nyetir kang, nanti dulu ya,” singkatnya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *