Tagihan Listrik Melonjak, PLN Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

  • Whatsapp
Pegawai PLN mendatangi rumah pelanggan (foto dari PLN untuk radar24news.com)

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik dalam perhitungan tagihan listrik pada Juni 2020 ini.

Pernyataan tersebut disampiakan, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bos Saril menanggapi keluhan sejumlah pelangan. Menurutnya, jika ada kenaikan tagina listrik pelanggarn itu dikarenakan oleh adanya peningkatan penggunaan listrik saat ada Pandemi Covid-19.

Dimana, saat diberlakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) dan bertepatan dengan bulan Ramadhan disitu secra statistik terjadi kenaikan pemakaian listrik oleh pelanggaran.

“Kita mendengar ada pelanggarn PLN mengalami kenaikan tagihan listik, Tapu kami pastikan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik sejak 2017 lalu. Selain itu, PLN juga tidak punya kewenangan untuk menaikan tarif dasar listrik, yang memiliki kewenangan menaikan tarif listrik hanya pemerintah,” kata Bob berdasarkan keterangan tertulis yang diterima radar24news.com, Kamis (11/6/2020).

Baca juga: Penantian Selama 20 Tahun Terhujud, Warga Hamberang Lebak Akhirnya Nikamti Listrik

Perlu diketahui, lanjut Bob, pehitungan tagian listrik tersebut terdiri dari 2 komponen utama, yaitu tarif listrik dikalikan dengan pemakaian. Lebih lanjut Bob mengataka, bahwa PLN tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 900 VA dan 450 Va. Sebab, pemberian stimulus itu diberikan oleh pemerintah.

“Jadi stimulus Covid-19 murni pemberian Pemerintah bukan PLN, karena kami tidak bisa melakukan subsidi silang,” ujarnya.

Bob menambahkan, saat penerapan PSBB untuk memutus mata rantai peneyabaran Covid–19, PLN tidak melakukan pencatatan meteran, sehingga tagihan bulan April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Kemudian, pada bulan April baru 47 persen petugas PLN melakukan pencatatan meter untuk tagihan bulan Mei. Sementara pada bulan Mei hampir 100 persen dari pelanggan didatangi petugas untuk catat meter untuk rekening bulan Juni.

“Sehingga tagihan rekening di Juni merupakan tagihan riil (nyata_red),” pungkasnya. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *