Surat Edaran Dishub Kabupaten Tangerang Dinilai Mandul

  • Whatsapp
Jalan Teluknaga-Tanjung Pasir tertutup debu lantaran aktivitas truk pengakut tambang tetap beroperasi saat penerapan PSBB di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Surat Edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang soal pembatasan penggunakan moda transportasi untuk pergerakan angkutan barang dinilai mandul. Pasalnya, masih banyak mobil tambang beroperasi di Tangerang Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang.

Aktivis dan Pengiat Lingkungan Hidup Pantura, Kabupaten Tangerang Budi Usman mengatakan, Dishub Kabupaten Tangerang sudah mengeluarkan surat edara bernomor 551.2/735-DISHUB agar angkutan barang tambang, yakni tanah, batu dan pasir tidak beroperasi selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang. Namun masih banyak angkutan barang dan tambang tetap beropersi di Kecamatan Teluknaga.

“Dengan adanya surat edaran itu, bagimana bentuk sanksi yang diberikan Pemkab Tangerang. Jangan terkesan, tebang pilih melarang tukang ojek beroperasi, namun membiarkan angkutan barang tambang tetap beroperasi,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Isolasi Wilayah, Bank Keliling Dilarang Masuk ke Tangerang Utara

Senada dengan Budi, Aktivis Mahasiswa Tangerang Utara (Pantura) Bustomi mengatakan, Masyarakat di Kecamatan Teluknaga dan Kosambi meminta angkutan barang dan tambang yang tetap beroperasi ditindak tegas agar tidak beroperasi selama PSBB.

“Kami ingin menghirup udara segar, karena aktivitas angkutan tambang mengakibat debu bertebaran,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Tangerang Norman David mengatakan, surat edaran itu hanya bersifat imbauan. Artinya, bila ada angkutan barang tambang tidak mengidahkan surat tersebut, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kami hanya berusaha agar mobiltas warga, termasuk angkutan barang dapat dibatasi untuk mencegah penyebaran covid-19,” katanya.

David menambahkan, bahwa tidak khusus untuk menindak truk tambang yang masih beroperasi saat pemberlakuan PSBB di Kabupaten Tangerang.

“Sekarang saja kita bilang jangan lewat sebelum pukul 10.00 WIB malam, tapi tetap saja ada yang bandel. Jadi sama halnya gitu, kita imbau saja kalau merka engga mau ya sudah. Engga ada sanksi khusus, karena ini urusan dengan pemerintah pusat,” pungkasnya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *