Sungai Ciujung-Ciberang Meluap, BPBD Lebak Berlakukan “Awas”

  • Whatsapp
Sungai Ciujung-Ciberang Meluap, BPBD Lebak Berlakukan Awas
Seorang ibu dan anaknya melihat kondisi Sungai Ciujung diatas Jembatan, Kecamatan Rangkasbitung, Kebupaten Lebak. (istimewa)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS. COM-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama menghimbau warga yang ada di sekitar aliran Sungai Ciujung-Ciberang untuk berhati-hati. Kata Febby, saat ini, pihak BPDB Lebak telah memberlakukan status “Awas” untuk meningkatkan kewaspadaan banjir.

“Kita sarankan agar warga yang tinggal di sekitaran aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir. Mengingat curah hujan dalam beberapa hari ini yang semakin tinggi,” kata Febby kepada wartawan radar24news.com, Jumat (4/12/2020).

Bacaan Lainnya

Kata Febby, petugas kebencanaan dan relawan saat ini sedang melakukan pemantauan di sekitar bantaran Sungai Ciberang-Ciujung. Febby menyebut, saat ini permukaan air mencapai 538 centimeter dan debit air 683 meter kubik per detik.

Lanjut Febby, saat ini, BPBD Lebak sendiri sudah menetapkan status Sungai Ciberang-Ciujung awas banjir. Kata Febby, hal itu, dikarenakan daerah tersebut intensitas hujanya cenderung meningkat.

“Jadi, berdasarkan pemantauan dan kondisi saat ini, Luapan Sungainl Ciberang-Ciujung di Kawasan Hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Hutan Adat Baduy dilanda hujan sejak rabu malam,” tuturnya.

Baca juga: Jumat Berkah, Polres Lebak Salurkan Bantuan Beras untuk Masyarakat

Ditambahkan Febby, akibat intensitas curah hujan yang berlangsung antara tiga (3) sampai 10 jam. Kata Febby, peluang kerap terjadi pagi, siang, sore dan malam bahkan dini hari. Menurut Febby, saat in, permukaan air yang meluap bisa kapan aja menerjang pemukiman penduduk.

“Kita minta masyarakat yang rumahnya tak jauh dari aliran sungai agar tetap waspada pada malam hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Yadi Basari Gunawan, pihaknya menghimbau agar warga yang tinggal di dekat bantaran sungai Ciberang-Ciujung agar tetap waspada dan tidak panik. Hal itu, karena debit air sungai meningkat.

Kata Yadi, saat ini, jumlah warganya yang tinggal di bantaran sungai mencapai ribuan Kepala Keluarga (KK), menurut Yadi, mereka tersebar di Kelurahan Rangkasbitung Barat, Timur, Cijoro Lebak, Cijoro Pasir, Desa Kolelet Wetan dan Desa Pabuaran.

“Sudah kita perintahakan ke semua lurah yang warganya tinggal di dekat bantaran Sungai Ciujung Ciberang agar mengaktifkan jam ronda malam. Mereka juga harus selalu siap siaga,” pungkasnya. (jum/agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *