Sudah 2 Tahun, Retribusi Pasar di Kabupaten Lebak Tak Capai Target

  • Whatsapp
Sudah 2 Tahun, Retribusi Pasar di Kabupaten Lebak Tak Capai Target
Salah seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar yang ada di Kabupaten Lebak belum mencapai target pada periode 2020-2021. Dari target Rp3 miliar, realisasi hanya mencapai 95 persen.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Dedi Setiawan mengungkapkan bahwa tak tercapainya realisasi PAD dari sektor retribusi pasar tersebut karena ada dua fator, yakni dampak pandemi Covid-19 dan cuaca ekstrem.

Bacaan Lainnya

“Imbas pandemi Covid-19 mengakibatkan para pedagang pasar mengeluh, karena sepi pembeli. Akibatnya juga berdampak terhadap PAD pasar. Sebab mereka banyak yang tak mampu bayar retribusi,” ungkap Dedi kepada radar24news.com, Senin (10/1/2022).

Selain terdampak pandemi Covid-19, lanjut Dedi, para pedagang pasar khususnya pedagang sayuran terkena imbas dari cuaca ekstrem yang mempengaruhi harga sejumlah bahan pokok naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun.

“Kita terus memberikan motivasi kepada para pedagang agar tak menyerah menghadapi kondisi tersebut. Itu dilakukan agar kondisi kembali stabil dan apabila kondisi normal, saya yakin realisasi retribusi pasar bisa tercapai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana menambahkan bahwa faktor terbesar akibat tak tercapainya realisasi retribusi tersebut karena pandemi Covid-19.

“Saat awal pandemi Covid-19, ada kebijakan pembatasan mobilitas bahkan melakukan kebijakan lockdown (penutupan). Itu akibat tak tercapainya realisasi retribusi PAD pasar selama dua tahun,” tutupnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.