Soal Tanah Bengkok Desa Tobat, LSM Geram Desak Pemkab Tunjukan Bukti

  • Whatsapp
Ketum LSM Geram Banten Alamsyah.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Ketua Umum (Ketum) LSM Gerakan Reformasi Masyarakat (Geram) Banten Alamsyah mendesak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk bisa menunjukan bukti kepemilikan tanah loksi pembangunan pasar tematik atau Balaraja City Square. Pasalnya, masyarakat Desa Tobat, Kecamatan Balaraja mengklaim tanah merupakan tanah bengkok Desa Tobat.

“Tidak mungkin masyarakat dan Pemdes (Pemerintahan Desa_red) Tobat mengklaim kepemilikan tanah itu, tanpa memiliki bukti,” kata Alamsyah kepada radar24news.com, Sabtu (14/11/2020).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan plang pengumuman yang dipasang oleh masyarakat dan Pemdes Tobat di lokasi pembangunan Balaraja City Square tertulis nomor persil 126. Artinya, klaim masyarakat itu memiliki dasar. Oleh karena itu, Alam mendesak, Pemkab Tangerang bisa menunjukan kepemilikan tanah tersebut.

“Sekarang begini, masyarakat sudah menunjukan bukti kepemilikan tanah itu. Nah tinggal bantah dengan bukti kepemilikan oleh Pemkab. Tunjukan buktinya,” imbuhnya.

Baca juga: Balaraja City Square Tempati Tanah Bengkok Desa Tobat?

Alam menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) Nomor 4 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa di pasal 1 angka 10 disebutkan bahwa tanah bengkok, kuburan dan titisan itu milik Desa.

“Jadi, jika benar proyek Balaraja City Square berdiri di tanah bengkok itu merupakan tanah desa, bukan tanah Pemkab. Pemendagri Nomor 4 tahun 2007 mengatur tentang itu,” jelasnya.

Terkait pelepasan tanah milik desa, menurut Alam, hal itu bisa dilakukan. Sebab, Pemendagri nomor 4 tahun 2007 juga sudah mengaturnya, dimana dalam ayat 1 pasal 15 disebutkan bahwa tanah desa bisa dilepas harus ada proses ganti rugi. Tentunya, bisa menguntungkan Desa dan memperhatikan harga pasar serta nilai jual objek pajak (NJOP).

“Jika proses ganti rugi itu telah dilakukan, Pemdes juga harus membeli tanah dilokasi yang lebih baik dan berlokasi di desa setempat. Artinya semua proses pelepasan tanah milik desa sudah diatur, tinggal mengacu pada aturan itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat dan Pemdes Tobat memasang plang pengumuman di lokasi pembangunan Balaraja City Square, Kamis (12/11/2020). Mereka mengklaim pembangunan Balaraja City Square berdiri di tanah Bangkok Desa Tobat.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga, Syaifunnur Maszah mengatakan, pihaknya secepatnya bakal menggelar musyawarah dengan Masyarakat Desa Tobat dan pihak terkait.

“Kita akan segera mengelar musyawarah, biar jelas,” singkatnya (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *