Siswi SMP di Lebak Diduga Dicecoki dan Diperkosa Pedagang Sayur

  • Whatsapp
Siswi SMP di Lebak Diduga Dicecoki dan Diperkosa Pedagang Sayur
Ilustrasi.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Seorang siswa Sekolah Menegah Pertama di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak sebut sana Melati (14) diduga menjadi korban pemerkosaan pedagang sayuran. Mirisnya, siswi tersebut diduga dicocoki minuman keras (miras) oleh terduga pelaku. Kasus ini tengah diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak.

Ibu korban, Tuti menjelaskan kronologis dugaan pemerkosaan tersebut. Awalnya, kata Tuti, anaknya oleh terduga pelaku dibawa jalan-jalan. Setelah itu, anaknya dibawa ke rumah kontrakan milik pelaku yang masih berada di Kecamatan Rangkasbitung.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan keterangan anak saya, di kontrakan milik terduga pelaku itu dicocoki miras hingga anak saya tidak sadarkan diri. Nah saat tidak sadar diri itu, anak saya diperkosa,” tuturnya kepada radar24news.com, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Pemkab Lebak Akan Berikan Sanksi Calon Kades Langgar Prokes

Masih berdasarkan keterangan anaknya, lanjut Tuti, kelakukan bejat pelaku tidak berhenti di kontrakannya. Bahkan, anaknya sempat mau diperkosa rumahnya.

“Pemerkosaan kedua kali dilakukan pelaku dirumah saya. Saat itu, anak saya melawan saat akan diperkosa, tapi anak saya sempat dianiaya, dicekik bahkan sempat ditendang sebelum diperkosa,” ungkap Tuti.

Dia menambahkan, kasus dugaan pemerkosaan itu sudah dilaporkan ke Polres Lebak. Namun hingga saat ini, terduga pelaku belum diamankan. Oleh karena itu, Tuti berharap, polisi untuk serius dalam menyelidiki kasus tersebut.

“Saya berharap, pelaku bisa segera diamankan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Karena akibat peristiwa itu, anak saya mengalami trauma,” harapnya.

Terpisah, Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Lebak membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan dari oran tua korban. Menurutnya, saat ini jajaranya masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawa umur tersebut.

“Betul sudah (menerima laporan), kini sedang kami selidiki,” singkatnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.