Siswi SMA di Serang Disetubuhi 2 Pedagang Nasi Goreng

  • Whatsapp
Pedagang Nasi Goreng Setubuhi siswi SMA di Kabupaten serang
Ilustrasi

KABUPATEN SERANG, RADAR24NEWS.COM-Anggota Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang menangkap dua pedagang nasi goreng berinisial FS (16) dan RM (26) lantaran diduga telah menyetubuhi siswi salah satu SMA di Kabupaten Serang, sebut saja bungga (16).

Kapolres Serang AKBP Mariyono menjelaskan, persitiwa itu berawal  saat itu kedua pelaku berinisial FS dan RM sedang pesta minuman keras (miras) di wilayah Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Minggu (3/1/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Kemudian, salah satu tersangka berinisial FS menghubungi korban melalui pesan WhatsApp dan merayunya untuk datang ke lokasi mereka. Korban yang termakan rayuan korban, akhirnya mau ke datang asalkan dijemput.

“Korban kemudian dijemput oleh tersangka berinisial FS, menggunakan sepedah motor Yamaha Vixion,” jelas Kapolres berdasarkan keterangan tertulisnya yang diterima radar24news.com, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: 2 Kader Berebut Kursi Ketua DPD PAN Kabupaten Pandeglang

Setelah itu, lanjut Kapolres, kedua tersangka bersama korban mengobrol hingga larut malam. Namun, saat korban meminta untuk diantarkan pulang, kedua tersangka malah membujuk siswa SMA itu untuk menginap di kontrakan tersangka FM.

“Korban yang termakan rayuan kedua tersangka, akhirnya mau menginap dikontrakan tersangka FM. Dan ditempat itulah terjadi tindak pidana persetubuhan anak dibawa umur,” tuturnya.

Kapolres mengungkapkan, korban yang mengalami trauma atas perbuatan kedua tersangka itu, kemudian melaporkan kepada kedua orang taunnya dan dilaporkan ke unit PPA Satreskrim Polres Serang.

“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penyelidikan. Dan mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya satu buah kasur,” ungkapnya.

Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, tambah Kapolres, pihaknya menjerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 Jo pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2-16 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kedua tersangka itu, terancam pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (siti nurhasanah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *