Sidak Kemensos, Terungkap 55 Kartu PKH di Lontar Kemiri Dipegang Oknum

  • Whatsapp

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jaminan Sosial Keluarga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke warga penerima bantuan sosial (Bansos) program penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Selatif, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Jumat (15/1/2021) sore hingga malam.

Dalam sidak merespons informasi dari radar24news.com tersebut, terungkap sebanyak 55 kartu PKH dipegang oknum warga berinisial S sejak 2018 dan diketahui oleh pendamping PKH, EL.

Bacaan Lainnya

S mengaku, sejak 2018 memegang 55 Kartu PKH karena disuruh warga penerima manfaat untuk mencirkan. Dia mengklaim, warga penerima manfaat PKH tidak mampu untuk menggesek atau mencairkan uang bantuan PKH tersebut.

“Tapi, saya baru beberapa bulan ini mencairkan. dulunnya El (Pendamping PKH_red) yang mencairkan. EL mengambil kartu yang dipegang oleh saya. Saya tidak tahu ambil uangnya dimana,” kata S kepada radar24news.com dan Tim dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos dirumahnya.

Baca juga: Penyelewengan Bansos PKH di Lontar Kemiri, Diduga Bantuan Ditilap Oknum PNS Tangerang

Setelah mengambil uang dan Sembako, lanjut S, penerima manfaat PKH dikumpulkan dirumahnya. Namun S mengaku, bantuan PKH disalurkan ke warga penerima manfaat.

“Jadi, setelah pendamping PKH EL mengambil uang dan sembako langsung disalurkan ke warga penerima manfaat,” tegas S.

Sementara itu, Pendamping PKH El membantah sudah mencairkan bantuan PKH. El mengaku sudah meminta warga penerima manfaat untuk memegang sendiri kartu PKH tersebut.

“Saya sudah minta warga untuk memegang kartunya masing-masing,” singkatnya.

Baca juga: Oknum PNS Tangerang Akui Selewengkan Bansos PKH di Lontar Kemiri

Tim dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos yang meminta namanya tak disebutkan mengatakan, kartu PKH tidak boleh dipegang oleh warga siapapun dan apapun alasannya. Karena Kartu PKH itu diibaratkan sebagai dompet yang berisi uang dan sembako milik warga miskin penerima PKH.

“Tidak boleh, itu menyalahi aturan. Kartu PKH harus dipegang oleh penerima. Apalagi temuan kita diketahui 55 kartu PKH dipegang oknum warga yang buka siapa-siapa dalam program PKH. Abang telepon pak Direktur Jaminan Sosial aja untuk berbicara dimedia, saya jangan ditulis namanya,” katnya.

Dia mengatakan, kartu PKH hasil temuan di Kampung Selatif, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri itu akan diserahkan langsung ke penerima manfaat dan akan disaksikan oleh pihak Desa Lontar.

“Besok (hari ini_red) kartu-kartu akan diserahkan ke penerima manfaat. Disaksikan oleh pihak desa,” tutupnya.

Terpisah, Direktur Jaminan Sosial Kemensos Rachmat Koesnadi mengatakan, untuk merespon informasi dari radar24news.com, dirinya langsung menurunkan tim untuk melakukan Sidak ke Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

“Saya sudah turunkan tim,” kata Rachmat melalui telepon.

Diketahui, penerima manfaat PKH ini mendapatkan bantuan berupa uang dan sembako senilai Rp 200 ribu. Sementara bantuan berupa uang bervariasi disesuaikan dengan tagungan yang dimiliknya penerima manfaat tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dugaan penyelewengan Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Tangerang terus mencuat.

Kini, dugaan penyelewengan dengan modus berbeda bergulir di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Bantuan untuk masyarakat miskin tersebut diduga ditilap oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berinisial AM. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar