Serapan Aggaran Corona di Lebak Capai Rp 9 Miliar, DPRD: Kecewa

  • Whatsapp
Gedung DPRD Kabupaten Lebak dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

KABUPATEN LEBAK,RADAR24NEWS.COM-Serapan anggaran penanganan dan percepatan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Tangerang sampai saat ini baru mencapai Rp 9 miliar, dari total anggaran Rp 31 miliar. Penyerapan anggaran tersebut dinilai anggota DPRD Kabupaten Lebak masih rendah.

Yayan Ridwan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebak mengaku, kecewa dengan progres penyerapan anggaran penanganan dan percepatan Covid-19 tersebut. Padahal, eksekutif sudah menanggarkan sebesar Rp 31 miliar ditambah hasil refocisung anggaran yang mencapai Rp 181 miliar.

“Kami sangat kecewa dengan penyerapan yang barus terserap 29 persen dari total anggaran Rp 31 miliar dan ditambah 181 miliar. Kami menilai eksekutif tidak optimal dalam menyerap anggaran, padahal kami menemukan banyak persoalan dilapangan yang berpotensi bisa meningkatkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lerbak,” kata Yayan Ridwan kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Kakek Pemulung Meninggal Mendadak di Depan Ruko Sepatan

Persoalan yang ditemukan oleh anggota DPRD Kabupaten Lebak tersebut, lanjut Yayan, diantaranya masih minimnya alat perlindung diri (APD) bagi petugas kesehatan di Puskemas-Puskesmas. Padahal, alat yang dibutuhkan tenaga medis tersebut diketahui masuh numpuk di gudang milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak.

“Menurut saya, bila eksekutif tidak bisa mengoptimalkan anggaran itu, alihkan saja anggaran itu ke hal yang penting, namun bila memang sangat dibutuhkan. Segera optimalkan serapan anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Triatno Supriyono mengatakan bahwa, penyerapan anggaran penanganan dan percepatan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Lebak belum terserap seluruhnya. Namun demikian, pihaknya akan mengoptimlakan serapan anggaran untuk 6 bulan kedepan.

“Betul, serapan anggaran baru terserap Rp 9 miliar, tapi kami akan mengoptimalkan serapan 6 bulan kedpan. Sementara terkait APD yang tersimpang di gudang, kami justru menunggu permintaan atau pemohonan dari tenaga medis Pusekasmas dan Rumah Sakit,” pungkasnya.(yuda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *