Sepuluh Cara Jitu untuk Memulai Bisnis Agar Sukses

  • Whatsapp
Sepuluh Cara Jitu untuk Memulai Bisnis Agar Sukses
Ilustrasi: Memulai Bisnis. (foto Cermati)

KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Untuk Anda yang memikirkan untuk memulai bisnis tidak boleh gengsi untuk nyontek alias copycat. Banyak copycat yang lebih sukses dibanding inovator. Misalnya, Jepang yang hancur pada Perang Dunia II tetapi sanggup bangun jadi raksasa industri dengan mengikuti apa yang telah dilaksanakan Eropa dan Amerika Serikat.

Kenapa beberapa peniru justru lebih sukses? Oded Shenkar dalam bukunya Copycat menjelaskan peniru diuntungkan dengan ikut manfaatkan jalan yang telah dibuka inovator tanpa perlu bayar. Langkah ini bukan hanya mengirit ongkos riset dan peningkatan, tetapi juga untuk marketing karena konsumen setia sudah dipersiapkan untuk memakai produk atau jasa itu.

Bacaan Lainnya

Banyak misalnya. Nintendo adalah dari 75 copycat video permainan Pong punya Atari 1975 tapi perusahaan itu justru jadi pembawa standard industri itu. Netscape lakukan hal sama pada Spry saat sebelum mengalah pada Microsoft Explorer. Honda dan Toyota jadi penganut mode van mini punya Chrysler dan jadi lebih sukses. Dan ada banyak contoh kembali.

Di Indonesia banyak beberapa perusahaan makanan cepat sajian mengikuti style McDonald’s dan sukses besar. Hal sama terjadi di Filipina, salah satunya negara dengan industri fast food yang tumbuh secara cepat.

Ini sepuluh ketentuan untuk perusahaan yang ingin sukses sebagai copycat, menurut Oded Shenka dikutip radar24news.com, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Bunda, Ini 5 Langkah Cepat untuk Merapikan Rumah

1. Tidak boleh ribet membuat suatu hal yang telah ada.

2. Mengikutilah dengan suka.

3. Pakai taktik peniruan secara efisien dan inovatif.

4. Tidak boleh awasi mode tiruan.

5. Berikan kerangka pada tiruan.

6. Kerjakan analitis lengkap pada produk asli atau tiruannya.

7. Buat produk yang bukan hanya sama sesuai tetapi juga hasilkan nilai.

8. Copycat harus sanggup lakukan peniruan dengan ongkos efisien dan resiko sebanding.

9. Buat penghambat supaya seseorang tidak mengikuti produk Anda.

10. Walaupun Anda mengikuti, tidak boleh stop lakukan pengembangan. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.