Sepuluh Bulan Sudah, 160 KK Korban Banjir Lebak Tinggal Dipengungsian

  • Whatsapp
Sepuluh Bulan Sudah, 160 KK Korban Banjir Lebak Tinggal Dipengungsian
Plt BPBD Kabupaten Lebak, Febi saat diwawancara wartawan, Kamis (3/12/2020).

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Kemarin, Rabu (2/12/2020), Kabupaten Lebak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 192 tahun. Dibalik itu semua, ternyata masih ada 160 Kepala Keluarga (KK) korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Lebak Gedong masih tinggal di tempat pengungsian.

Mereka sudah hampir sepuluh bulan tinggal di Hunian Sementara (Huntara), pasca musibah banjir dan longsor yang menerjang pada awal Januari 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febi membenarkan, masih ada 160 KK asal Kecamatan Lebak Gedong yang masih tinggal di Huntara. Menurutnya, ratusan warga itu masih menunggu relokasi dan dibangun kembali rumahnya.

“Kabarnya tahun depan, 2021 semua yang terdampak atau yang terkena relokasi dibangun kembali rumahnya oleh pemerintah. Kalau yang tidak terelokasi akan dibantu diperbaiki bagi rumah yang rusak,” kata Febi kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Dihantam Puting Beliung, Hunian Sementara di Lebak Nyaris Ambruk

Lebih lanjut Febi mengatakan, jumlah warga yang berada di Huntara saat ini tercatat ada 160 KK. namun untuk rumah yang rusak berat berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sebanyak 73 rumah.

“Kami terus memberikan bantuan ke pengungsi yang masih tinggal di Huntara, misalnya, saat Huntara dihantam angin kencang, kami juga kirim 110 terpal. Sebelumnya juga, kita ngasih 50 terpal. Tapi kalau memang bocor pasti ada.  Selain itu setiap bulan, kita juga kirimkan bantuan beras sebanyak 30 ton dan sarimi 300 dus,” tuturnya.

Disingung soal kesehatan pengungsi, menurut Febi, pihaknya mendorong tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memeriksa kesehatan para pengungsi, yang mengalami sakit. Meskipun kondisi Huntara medannya sulit dilalui.

“Sudah kita dorong Dinkes juga agar mengecek kesana.  Jika ada kesulitan untuk mengecek segala macemnya kita bisa membantu. Ya memang ada juga beberapa kali Laporan, ada juga yang dibawa oleh relawan yang kondisinya sakit ke Jakarta. Itu sakit kulit jadi bintik, tapi itu sudah lama. Dan Kita bersyukur masih banyak relawan yang masih fokus yang mau membantu paska bencana disana,” ujarnya.

Febi menambahkan, karena BPBD Lebak hanya memiliki logistik, jika ada yang meminta bantuan seperti Huntara yang rusak dan yang lainnya yang benar- benar fokok.

“Kita usulkan ke Provinsi atau ke pusat. Kemudian kita kirimkan bantuan tersebut,” pungaksnya. (aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *