Saat Buka Pintu, Pengedar Narkoba di Serang ini Kaget, Ternyata…

  • Whatsapp
pealku pengedar narkoba berinisial SR sedang diminta keterangan di Mapolres Serang. (Foto dari Polres Serang untuk radar24news.com)

KABUPATEN SERANG, RADAR24NEWS.COM-Satuan Reserse Kriminal Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang menangkap pria pengaguran berinisial SR (35). Pengedar narkoba asal Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang itu ditangkap polisi dirumahnya saat tengah asik mengisap narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (29/10/2020) malam.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, penangkap pelaku pengedar dan pengguna narkoba itu berawal dari laporan masyarakat. Selanjutnya, Satresnarkoba bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menagkap pelaku dirumahnya.

Bacaan Lainnya

“Saat ditangkap, pelaku tengah asyik mengisap sabu di rumahnya,” kata Mariyono berdasarkan keterangan tertulisnya, Jumat (30/10/2020).

Selain mengamankan sabu bekas pakai, lanjut Mariyono, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 4 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 4 gram yang disembunyikan pelaku dirumahnya. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Serang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti sabu seberat 4 gram berhasil kita amankan dari tangan pelaku, kini pelaku sedang diperiksa lebih lanjut di Mapolres Serang,” ujarnya.

Baca juga: Gara-Gara Hutang, Tukang Bangunan Tewas Dihantam Martil Temannya

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Serang AKP Trisno Tahan Uji mengungkapkan, pelaku mengakui perbuatannya dan pelaku mengaku telah mengedarkan barang haram itu selama 1 tahun. Sementara Narkoba jenis sabu itu didapat pelaku dari seseorang berinisial KA dan saat ini pelaku berinisial KA sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Berdasarkan pengakuan pelaku, narkoba itu didapat dari pria berinisial KA, warga Tangerang dengan transaksi melalu telepon dan transfer,” ungkapnya.

Untuk mempertagungjawabkan perbauatnya, lanjut Trisno, pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidanya, paling singkat 4 tahun penjara,” pungkasnya. (agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *