Rusak Mobil Polisi Saat Demo di Batu Ceper, 6 Orang Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Mobil polisi yang diduga dirusak oleh enam tersangka terparkir di Mapolres Metro Tangerang, Rabu (14/10/2020)

KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang menetapkan enam orang menjadi tersangka dugaan perusakaan mobil polisi dan fasilitas umum di Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang saat demontrasi (Demo) penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptkaer) pada 8 Oktober lalu. Keenam tersangka berinisial MTS, MS, EBG, DG, S, dan MI tersebut langsung dikenakan penahanan.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Sugeng Hariyanto menjelaskan, setelah terjadi kerusuhan saat demo penolakan UU Omnibus Law yang mengakibatkan satu unit mobil polisi dan fasilitas umum dirusak, pihaknya langsung melakuan penyelilidikan dan mengamankan enam tersangka.

Bacaan Lainnya

“Keenam orang itu ditetapkan tersangka berdasarkan pemeriksaan dan barang bukti, diantaranya kamera pengawas yang terpasang di lokasi kerushaan,” kata Sugeng saat menggelar konferensi pers di Mapolres Metro Tangerang, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Unjuk Rasa Buruh Tolak Omnibus Law Ciptaker Berlanjut di Tangerang

Sugeng menjelaskan, keenam tersangka ini memiliki perang yang berbeda, dimana tersangka berinisial EBG terbukti menendang salah seorang petugas dan melempar batu ke mobil petugas TNI-Polri. Padalah, petugas TNI-Polri itu sedang melakukan pengamanan jalanya aksi demo.

Selanjutnya, tersangka berinisial DG terbukti menendang petugas dan merusak tutup tangki bensin mobil petugas kepolisian. Tersangka MS terbukti menendang dan merusak lamun sen mobil petugas.

Untuk tersangka berinisial S itu yang naik ketas mobil polisi dan menginjak-injak dan tersangka berinisial MI terbukti menendang pintu mobil sebelah kiri sebanyak tiga kali,

“Kasus ini masik kami kembangkan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangkalain. Tetapi soal kasus keenam tersangka ini, kami punya dua berkas, karena empat dari enam tersangka ini berstatus pelajar, tapi tetap kami tahan,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, keenam tersangka ini dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 170 KUHP, pasal 212 KUHP, pasal 213 KUHP dan pasal 358 KUHP.

“Ancaman pidannya 9 tahun penjara dan 2 tahun penjara,” pungkasnya. (hendra setiwan/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *