Rumah Pembuat Mural ‘Tuhan Aku Lapar’ di Tigaraksa, Terparkir Mobil di Rumahnya

  • Whatsapp
Rumah Pembuat Mural ‘Tuhan Aku Lapar’ di Tigaraksa, Terparkir Mobil di Rumahnya
Mertua pembuat mural "Tuhan Aku Lapar" di Tigaraksa menerima bantuan sembako dari Dandim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Bangun Siregar dan Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Sabtu (24/7/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sebuah tembok di Jalan Arya Santika, Kecamatan Tigaraka, Kabupaten Tangerang yang bertuliskan ‘Tuhan Aku Lapar’ mendadak heboh di media sosial (medsos), Jumat (23/7/2021) sore.

Setelah viral, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Bangun Siregar mendatangi rumah pembuat mural yang diketahui berinisial D dan DF untuk memberikan beberapa paket sembilan bahan pokok (Sembako).

Bacaan Lainnya

Namun ternyata di rumah mertua pembuat mural berinisial D di Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa terparkir mobil Toyota Avaza. Sementara rumah inisial DF di Perumahan Puri Permai, Desa Pete terparkir motor dan konisi rumah yang permanen.

“Iya mas (menyebut wartawan) itu rumah mertua pembuat mural berinisial D. Dan dia itu tinggal bersama mertuanya. Tadi yang bersangkutan sedang bekerja, tidak jumpa,” kata Wahyu saat ditanya rumah pembuat mural terparkir mobil, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Duh! Dana Vaksinasi dan Binkes Rp34,22 Belum Terserap di Kota Tangerang

Terpisah, salah seorang warga Kampung Ciatuy, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa Herdi menanggapi berbeda. Herdi menyayangkan, aksi yang dilakukan kedua pembuat mural tersebut. Sebab, aksi tersebut hanya membuat heboh tanpa ada solusi

“Jika dia (pembuat mural) ingin memberikan kritikan kebijakan PPKM, kenapa tidak kepada pemerintah?. Ini kenapa ke Tuhan, itu namanya tidak bersyukur,” ungkapnya.

Herdi menambahkan, banyak masyarakat di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang terdampak PPKM dan pandemi Covid-19. Namun tidak mengeluh. Sebab, hal tersebut tidak menyelesaikan solusi untuk memenuhi kebutuhan hidup

“Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita harus tetap berdoa dan berikhtiar. Jangan mengeluh,” tutupnya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.