Rencana Pemkab Menjual Tanah di Teluknaga Ditengah Wabah, Bagaimana Hasilnya

  • Whatsapp
Ruko yang disebut-sebut Kantor PT Sharindo Matratama tanpa ada akativitas pegawai.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COMPemkab Tangerang dan DPRD sedang membahas rencana pemindahtanganan aset di beberapa Kecamatan, diantaranya rencana menjual aset tanah di Kampung Muara RT 20 RW 08, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga seluas 5.163 meter persegi dari total 8,5 hektar kepada PT Sahrindo Matratama ditengah wabah Covid-19.

Dikabarkan hari ini, Senin (2/11/2020) Panitia Khusus (Pansus) pemidahtanganan aset yang dibentuk DPRD Kabupaten Tangerang akan mengambil keputusan keinginan Pemkab Tangerang untuk melepaskan aset tersebut. Bagimana hasilnya?

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi, Anggota Pansus dari Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang Sapri tidak membantah kabar tersebut. Namun Sapri membantah bahwa Pansus sudah mengambil keputusan setuju terkait keinginan Pemkab Tangerang menjual aset tanah di Kampung Muara, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga itu.

“Belum,” singkat Sapri saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (2/11/2020).

Sebelumnya, radar24news.com sudah menanyakan alasan Pemkab Tangerang menjual aset tanah di Kecamatan Teluknaga itu kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Saat itu Zaki menyebutkan, aset tanah Pemkab Tangerang di Kampung Muara, Desa Muara itu terkena renacana jalan Boulevar didalam kawasan. Namun Zaki tidak menyebutkan kawasan tersebut.

“Alasanya, satu terkena jalan tol untuk lokasi sekolah di Salembaran Jati. Yang kedua yang di Desa Muara itu terkena rencana jalan Boulevar didalam kawasan. Jadi dua-duanya untuk kepentingan umum juga,” katanya Senin (19/10/2020) lalu.

Lalu dimana Kantor PT Sahrindo Matratama, perusahaan yang akan membeli aset tanah Pemkab di Kampung Muara, Desa Muara itu?

Berbekal dokumen yang diterima dari Direktorat Adminitrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kemenkumham, dimana dituliskan PT Sahrindo Matratama bernomor SK pengesahaan AHU-0024735.AH 01.02 tahun 2020 beralamat kawasan 100 Blok C nomor 6 Jalan Kampung Melayu Timur, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupate Tangerang, Banten. Namun ketika disambangi alamat tersebut, tidak tertera papan kantor di lokasi tersebut.

Kepala Desa Kampung Melayu Timur Jamaludin mengaku tidak tahu dan setahunya  tidak ada kantor PT Sharindo Matratama di wilayahnya. Namun untuk memastikan, Jamaludin menyarakan untuk bertanya ke Stafnya.

“Gtau ya, Ga ada kayanya (kantor PT Sharindo Matratama), tapi coba tanya ke anak-anak di kantor desa,” singkatnya melalui telepon.

Hingga berita ini ditayangkan, radar24news.com masih berusaha untuk mewawancarai pihak PT Sharindo Matratama. namum radar24news.com mengalami kesulitan lantaran tidak ada nomor kontak yang ditulis di dalam dokumen Dirjen AHU itu.

Lalu kenapa Pemkab Tangerang berencana menjual tanah di Kampung Muara, Desa Muara itu ke PT Sharindo Matratama?

Berdasarkan dokumen yang diterima radar24news.com rencana Pemkab Tangerang menjual aset tanah di Desa Muara itu berawal dari surat permohonan PT Sharindo Matratama bernomor 001/SM/IV/2019 tanggal 23 April 2019, dimana dalam surat itu disebutkan bahwa PT Sharindo Matratama sedang melakukan pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, diantaranya meliputi wilayah Desa Muara.

Selanjutnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang meminta Kantor Jasa Penilian Publik (KJP) Wahyono Adi dan rekan untuk melakukan penilian harga pasar tanah di Kampung Muara RT 20 RW 08, Desa Muara.

Hasilnya, berdasarkan laporan ringkasan penilian bernomor 0087/2.0153-00/PI/II/0180/1/X/2020 tanggal 8 Oktober 2020, disebutkan bahwa nilai pasar tanah seluas 5.163 meter persegi di senilai Rp 2.380.100.000.

Dokumen KJP itu sudah diserahkan BPKAD Kabupaten Tangerang kepada DPRD Kabupaten Tangerang.

Anggota Pansus dari Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi membenarkan, BPKAD Kabupaten Tangerang sudah mengirimkan dokumen tersebut ke DPRD Kabupaten Tangerang. Menurutnya, aset Pemkab Tangerang di Kampung Muara, Desa Muara yang akan dijualnya hanya seluas 5.163 meter dari total 8,5 hektar.

“Tapi itu keinginan Pemkab, tapi kita gak tahu pembahasan di Pansusnya seperti apa,” katanya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *