Ratusan Guru Ngaji di Lebak Merasa Ditipu Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande

Ratusan Guru Ngaji di Lebak Merasa Ditipu Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande
Ilustrasi: Salah seorang guru ngaji sedang mengajar kepada muridnya. (net)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM– Ratusan guru ngaji asal Kecamatan Wanasalam dan Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak diduga tertipu oknum penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, berinisial AM. Modusnya, para korban dijanjikan mendapat bantuan honorarium selama setahun bersumber dari Kementerian Agama (Kemenang). Namun mereka dipungut uang sebesar Rp500 ribu perorang untuk biaya adminitrasi.

Salah seorang korban yang minta namanya tak ditulis menjelaskan, awalnya oknum penyuluh agama berinisial AM tersebut datang ke pondok pesantren miliknya. Saat itu, AM menyampaikan bahwa bisa membantu para guru ngaji untuk mendapatkan honorarium dari Kemenang. Dengan syarat, harus membayar Rp500 ribu sebagai biaya adminitrasi.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan pengakuan AM, uang adminitrasi itu akan diserahkan kepada seseorang di Kemenag pusat agar mendapatkan bantuan honorarium sebesar Rp 5 juta pertiga bulan,” ungkapnya kepada radar24news.com sambil menyerahkan kwitansi, Senin (8/8/2022).

Namun lanjut dia, setelah penyerahan uang pada 19 Maret 2021 lalu, bantuan yang dijanjikan AM tersebut tak kunjung realisasi. Untuk itu, para korba meminta uangnya untuk dikembalikan dan oknum tersebut diberikan sanksi karena diduga sudah mencoreng nama baik Kemenang.

“Kami masih menunggu itikad baik oknum itu untuk mengembalikan uang kami. Tapi jika tidak kembalikan kami terpaksa akan melapor kepada penegak hukum. Dan saya minta kepada Kemenag untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, AM mengakui telah mengambil uang tersebut. Namun dia berjanji uang tersebut akan segera dikembalikan.

“Insya Allah akan saya kembalikan uangnya pada Agustus ini. Paling lambat tanggal 30 dan paling cepat tanggal 20,” ungkap AM saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsaApp.

Namun sayangnya, AM menolak bertemu dengan perwakilan korban untuk membicarakan hal tersebut.

“Gak usah pak. Saya bertanggungjawab kalau memang tidak beres (pada bulan ini_red), Saya akan menentukan pertemuan jika tidak beres (uang dikembalikan_red). Namanya uang sedikitpun akan kami kembalikan,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan kwitansi yang diterima radar24news.com, oknum berinisial AM tersebut sudah menerima uang sebesar Rp91 juta lebih. berdasarkan informasi, uang yang sudah diserahkan kepada AM mencapai Rp200 juta. Namun hanya dibuat dikwitansi Rp91 juta lebih. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.