Pupuk Subsidi Naik, Petani di Kabupaten Lebak Menjerit

  • Whatsapp
Pupuk Subsidi Naik, Petani di Kabupaten Lebak Menjerit
Petani sedang menanam padi (dokumen radar24news.com)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Petani di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak mengeluh dengan kenaikan harga pupuk subsidi. Mereka harus harus merogoh kocek lebih dalam untuk memulai menanam padi.

Asep (45 tahun), petani asal Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak mengatakan, tahun ini pupuk subsidi mengalami kenaikan dibanding pada 2020 lalu, seperti pupuk urea naik menjadi Rp 2.250 perkilogram, sebelumnya Rp 1.200 perkilogra. Kenaikan harga juga terjadi pada Pupuk SP 36, dimana sebalumnya Rp 2.000 perkilogram naik menjadi Rp 2.400 perkilogram.

Bacaan Lainnya

“Petani disini menjerit dengan kenaikan HET (Harga Eceran Tertinggi) pupuk subsidi,” kata Asep kepada radar24news.com melalui telepon, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Tahap Dua, Kabupaten Tangerang Terima 25.155 Dosis Vaksin Covid-19

Selain kenaikan harga pupuk subsidi, petani juga sering dikeluhkan dengan langkanya pupuk bersubsidi dipasaran. Oleh karena itu, Asep berharap, kenaikan harga ini tidak berpengaruh dengan kelangkaan pupuk.

“Kami berharap, pemerintah untuk memberikan subsidi harga gabah petani, agar harganya lebih layak. Artinya, kenaikan harga pupuk subsidi ini bisa seimbang dengan harga penjualan gabah,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Produksi Pertanian pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak Irwan Riyadi membenarkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) beberapa jenis pupuk mengalami kenaikan pada tahun ini. Namun demikian, ada beberapa pupuk seperti pupuk NPK 2300 dan POC yang tidak naik.

“Benar pupuk urea dan SP mengalami kenaikan HET, tapi pupuk NPK 2300 dan POC tidak naik,” ujarnya. (aji/ron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *