PSBB Berlaku, Hidup Warga Kabupaten Tangerang Ditanggung 3 Bulan

  • Whatsapp
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar konfrensi pers jarak jauh dengan wartawan, Senin (13/4/2020).

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Meski Menteri Kesehatan (Menkes) telah menyetujui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Tangerang Raya, Pemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab) Tangerang masih harus merumuskan aturan PSBB tersebut kedalam Peraturan Bupati (Perbup).

Menurut Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, pihaknya tengah mempersiapkan petunjuk teknis dan terperinci perihal PSBB melalui Perbup. Didalam Perbup itulah seluruh petunjuk teknis dijalankan aparatur ditingkat Kabupaten, Kecamatan hingga RT/RW.

“Baik itu pengaturan transoprtasi, pengaturan industri pengaturan, pengaturan kegiatan ekonomi masyarakat dan peraturan lainnya, nanti semua ada di Perbup, InsyaAllah satu hari ini sampai besok bisa selesai Perbupnya,” ujar Zaki saat menggelar Konfrensi Pers jarak jauh dengan awak media, Senin (13/4/2020).

Baca juga: Menkes Setujui PSBB di Tangerang: ini Pengertian dan Hal Yang Dibatasi

Zaki mengatakan, jika tidak ada gugatan, waktu pelaksanaan PSBB akan dimulai hari Sabtu tanggal 18 April sejak pukul 00.01. Setelah Perbup selesai akan mulai disosialisasikan mulai hari Rabu, Kamis dan Jumat. Sosialisasi akan dilakukan melalui media cetak, elektronik, radio, media sosial dan baliho dan akan dipampang di Kecamatan sampai RT/RW.

Dalam pelaksanaan PSBB masyarakat Kabupaten Tangerang mendapat bantuan langsung tunai melalui rekening bank Rp 600 ribu perbulan per-Kepala Keluarga. Bantuan itu diberikan kepada warga yang terdampak diluar yang mendapat bantuan sosial lainnya.

Untuk program bantuan tunia ini, Pemkab Tangerang menggelontrokan Rp 150 miliar untuk 3 bulan kedepan dan Rp 99 miliar untuk penanganan pasien-pasien covid-19.

“Di kami sendiri kurang lebih akan ada 275 ribu warga yang terdampak, dan ini akan kita sisir melalui rt/rw diketahui lurah setempat. Jadi warga yang mendapat program jaring sosial adalah warga yang terdampak,” jelasnya.

Zaki menegaskan, tidak semua warga akan mendapat program jaring pengaman sosial, karena akan ada pengklasifikasian antara warga mampu dengan warga tidak mampu. Kendati demikian, Zaki menegaskan, bahwa  bantuan jaring pengaman sosial akan mbutuhkan waku pendistribusian dengan mencetak kartu dan buku rekening. Untuk itu masyarakat yang terdampak diminta bersabar dan tetap tenang.

“Nanti akan ditayangkan di website, dan mohon maaf begitu ditayangkan belum tentu mereka akan mendapat kartunya langsung, karena membutuhkan waktu. Jangan sampai belum ada namanya udah ribut, butuh waktu sampai seminggu untuk pendistribusian kartu,” pungkasnya. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *