Proyek Jalan Diduga Tak Tuntas, Warga Citeras Lebak Tabur Ikan

  • Whatsapp
Sejumlah warga Kampung Bahbul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Taburkan ikan ditengah jalan. Kamis, (29/10/2020).

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Pembangunan jalan hotmix di Kampung Bahbul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak diduga tidak dituntaskan oleh kontraktor. Akibatnya, sejumlah warga menggelar aksi protes dengan cara menamburkan ikan ke jalan mirip kubangan kerbau tersebut.

Tokoh Pemuda setempat, Madrai mengatakan, aksi tabur ikan ke jalan rusak itu bentuk protes warga terhadap kontraktor pemenang tender proyek jalan yang menghubungkan Desa Citeras menuju Desa Sindang Mulya.

Bacaan Lainnya

“Kami menduga, pembangunan jalan ini tidak dituntaskan oleh kontraktor. Akibatnya, jalan masih ada yang rusak,” kata Madrai kepada radar24news.com, Kamis (29/10/2020).

Madrai menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sudah menggelontorkan anggaran mencapai Rp 1. 619.516.000 untuk memperabiki Jalan Kampung Bahbul, Desa Citeras pada 2018 lalu. Namun nilai anggaran dengan lebar jalan yang dikerjakan diduga tidak sesuai. Padahal, berdasarkan papan informasi saat itu, jalan akan diperbaiki mencapai 5,7 kilometer.

“Kami heran, mengapa jalan ini tak tuntas dibangun. Akibatnya, karena jalan rusak banyak pengendara yang terjatuh saat melintas di jalan ini. Kami berharap pemerintah segera menuntaskan jalan di Desa kami ini,” cetusnya.

Baca juga: 103 Pencari Suaka Asal Afghanistan Ditest Swab, 2 Postif Corona

Menurut Madrai, seharusnya pembangunan jalan disesuaikan dengan anggaran yang telah di tetapkan pemerintah. Namun, setelah warga menghitung jarak yang telah dibangun diduga hanya tuntas 2 kilometer. Artinya tidak sesuai dengan jarak dan anggaran yang di anggarkan oleh keuangan pemerintah.

“Ya, paling 2 kilometer jalan itu dikerjakannya pak. Terus sisa anggaranya kemana,” ujarnya.

Ketua Pemuda setempat lainnya Alvin menambahkan, jalan di Desanya dibangun tahun 2018. Namun, pengerjaannya diduga tidak sampai tuntas.

“Saya heran mengapa pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan papan proyek yang terpasang dipinggir jalan,” pungkasnya. (aji/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *