PR Pemerintahan Iti-Ade, Visi Kabupaten Lebak Harus Diimplementasikan

  • Whatsapp
PR Pemerintahan Iti-Ade
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi. (dok)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Jumat (15/1/2021) mendatang, genap dua tahun Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi memimpin Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lebak. Namun visi Kabupaten Lebak 2019-2024 untuk menjadikan “Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal” tersendat.

Berdasarkan data dari daftar kunjungan obyek dan daya tarik wisata tahun 2020 di Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak terjadi penurunan wisatawan yang signifikan, dimana total kunjungan wisatawan dalam setahun hanya 206.143 orang, sementara kunjungan wisata pada 2019 lalu, sebanyak 1.312.827 orang.

Bacaan Lainnya

Aktivis Pemuda Lebak Selatan, Yana Mulyana mengatakan, respon Pemkab Lebak dinilai ragu-ragu dalam menyelamatkan sektor pariwisata ditengah pandemi Covid-19. Hal itu terbukti dengan dibuka dan kembali ditutupnya obyek wisata di Kabupaten Lebak.

“Seharus, Pemkab Lebak konsisten untuk mengambil kebijakan. Jika dibuka tetap buka dengan penerapan protokol kesehatan, jangan buka-tutup,” kata Yana kepada radar24news.com, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Saat Bersihkan Kali Dadap Kosambi, Menteri Yasonna Temukan Kasur

Selain itu, Yana juga menilai, Pemkab Lebak masih lemah dalam mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Lebak. Terbukti, beberapa temannya yang berada di Tangerang belum semuanya mengetahui obyek wisata di Kabupaten Lebak. Mereka hanya tahu obyek wisata suku baduy.

“Masa teman saya di Tangerang masih belum tahu tempat-tempat wisata di Kabupaten Lebak. Padahal Tangerang masih Provinsi Banten. Mereka hanya tahu wisata suku baduy,” tuturnya.

Menurut Yana, ada lima langkah jitu untuk mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Lebak. pertama, perbaiki akses infastruktur dan fasilitas tempat wisata.

Kedua, Gadeng Investor untuk menanamkan usahanya di tempat wisata, namun pengelolaan wisatanya tetap oleh Pemkab Lebak atau masyarakat.

Ketiga, pilih duta wisata untuk menjadi unjung tombak mempromosikan wisata di Kabupaten Lebak. Keberadaan duta wisata akan mempengaruh penyebaran informasi tentang pariwisata di Kabupaten Lebak kepada masyarakat luas hingga ke daerah lain.

Keempat, manfaatkan internet karena saat ini promosi konvensional sudah tidak bisa diandalkan. Internetlah menjadi tulang punggung baru untu promosi pariwisata daerah.

Dan kelima, Pemkab Lebak harus membuat aplikasi mobil official kota. Sebab, keberadaan aplikasi mobile bakal mempermudah wisatawan dalam mendapatkan informasi serta menjelajahi tempat-tempat wisata di Kabupaten Lebak. Selain itu, aplikasi tersebut bisa juga berpungsi untuk membangun city branding.

“Jika kelima cara jitu itu dihujudkan, Visi Kabupaten Lebak untuk menjadi Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal bisa terimplementasikan,” pungkasnya. (aji/angga)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *