Polsek Mauk Bubarkan Hiburan Dangdut di Kecamatan Sukadiri

  • Whatsapp
Polsek Mauk, Polresta Tangerang bersama anggota Satpol PP Kecamaatan Sukasiri menghentikan hiburan dangdut di Kampung Talang, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Senin (30/6/2020) malam.

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Kepolisian sektor (Polsek) Mauk, Polresta Tangerang bersama anggota Satpol PP Kecamaatan Sukasiri menghentikan hiburan dangdut di Kampung Talang, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Senin (30/6/2020) malam. Ternyata, hiburan dangdut tersebut belum mendapat izin dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Pantauan wartawan radar24news.com, ratusan warga yang mayoritas pemuda tengah asik menikmati hiburan dangdut di kampung Talang, Desa Buaran Jati. Bahkan, sebagian dari pemuda tersebut mengkonsumsi minuman keras (Miras). Sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Polsek Mauk bersama anggota Satpol PP Kecamatan Sukadiri datang ke lokasi. Setelah memberikan pengertian, hiburan dangdut tersebut dihentikan.

Salah seorang warga Kampung Talang, Desa Buaran Jati Andi mengaku resah dengan kegiatan hiburan dangdut ditengah pandemi virus corona atau Covid-19. Terlebih lagi, ada sebagian penonton yang mengkonsumsi Miras.

“Untung saja, hiburan dangdut cepat dibubarkan sama Polsek Mauk dan Satpol PP Kecamatan Sukadiri,” kata Andi saat menghubungi wartawan radar24news.com, Selasa (1/7/2020).

Baca juga: Polisi Mengamankan 6 Orang Terduga Pungli di Pantai Pulau Cangkir

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Mauk, Polresta Tangerang Ipda Nyoman mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi hiburan dangdut tersebut, setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat. Menurutnya, setealh diberikan pengertian bahwa di Kabupaten Tangerang masih menerapkan atuaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akhirnya kegiatan hiburan dangdut berhenti.

“Ternyata, kegiatan hiburan dangdut itu belum mendapat izin dari Pemdes Buaran Jati, informasi itu kami ketahui setelah berkoordinasi dengan kepala desa,” pungkasnya. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *