Polres Lebak Selidiki Dugaan “Penyelewengan” Bantuan Dana Disabilitas

  • Whatsapp
Polres Lebak Selidiki Dugaan “Penyelewengan” Bantuan Dana Disabilitas
Kanit Tipikor Satreskrim Polres Lebak Iptu Putu Ari Sanjaya saat diwawancara radar24news.com, Rabu (6/1/2021)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Kepolisian Resort (Polres) Lebak mengaku tengah menyelidiki laporan dugaan penyelewengan bantuan dana disabilitas melalui Program Lebak Sejahtera bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun 2017, 2018 dan 2019.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor) Satreskrim Polres Lebak Iptu Putu Ari Sanjaya mengatakan, penyelidikan sudah tahap mengundang beberapa pihak. Diantaranya, beberapa Kepala Desa dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Bacaan Lainnya

“Undangan klarifikasi sudah kita lakukan dan sudah mendapatkan jawaban dari beberapa pihak, saat ini sedang analisa,” kata Putu kepada radar24news.com saat ditemui diruanganya, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Bantuan Dana Disabilitas Diduga “Diselewengkan” di Kabupaten Lebak

Menurut Putu, tidak menutup kemungkinan pihak dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak akan diminta klarifikasi terkait persoalan ini. Namun demikian, pihaknya saat ini masih fokus menunggu beberapa TKSK dan Kepala Desa yang belum menghadiri undangan klarifikasi tersebut.

“Setelah seluruh TKSK dan kepala desa sudah memberikan jawaban klarifikasi, baru kami akan mengundang pihak dari Dinsos Kabupaten Lebak,” tuturnya.

Jika dalam proses penyelidikan tersebut ditemukan penyelewengan, lanjut Putu, pihaknya akan meningkatkan status menjadi penyidikan dan akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit kerugian uang negaranya.

“Intinya, kita akan telusuru dulu dugaan penyelewengan bantuan dana disabilitas itu. Kalau pun ditemukan penyalahgunaan, maka akan ditingkatkan ke penyidikan dengan meminta bantuan BPKP untuk melakukan audit,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sudah tiga kali menyalurkan bantuan untuk ribuan penyandang disabilitas melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, 2018 dan 2019 lalu. Namun bantuan program sosial penyandang disabilitas itu diduga diselewengkan.

Dugaan itu disampaikan oleh, anggota DPRD Kabupaten Lebak, Musa Weliansyah. Menurut Musa, modus dugaan penyelewangan itu dengan cara penggelapan, pemotongan, pemalsuan status, penerima fiktif dan penerima yang sudah meninggal. Namun masih mendapatkan bantuan tersebut. (angga)

editor/uploder: imron rosadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *