Polisi Diminta Usut Dugaan Pemotongan Anggaran Proyek P3A-TGAI di Mauk

  • Whatsapp
Polisi Diminta Usut Dugaan Pemotongan Anggaran Proyek P3A-TGAI di Mauk
Ikustrasi: Pemotongan atau Fee Proyek P3A-TGAI.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sejumlah pengiat antikorupsi di Tangerang Utara, Kabupaten Tangerang meminta polisi mengusut tuntas dugaan pemotongan anggaran proyek saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di Kecamatan Mauk.

Mereka menduga, ada aktor intelektual untuk melakukan pemotongan atau fee proyek anggaran bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut.

“Menurut saya, penegak hukum harus segera mengusut terkait kasus tersebut,” kata Enjang Yuda kepada radar24news.com, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Oknum Ketua KTNA Mauk Diduga Potong Anggaran P3-TGAI Hingga Rp 60 Juta

Lebih lanjut Enjang mengatakan, polisi perlu segera turun tangan tak hanya membongkar praktik dugaan pemotongan proyek P3A-TGAI, namun juga melindungi sejumlah petani sebagai penerima manfaat tersebut. Sebab, sejumlah petani tidak mau membongkar kasus tersebut karena diancam tidak akan menerima kembali bantuan.

“Pengusutan dugaan pemotongan anggaran P3A-TGAI di Kecamatan Mauk justru melindungi petani yang telah berani membongkar kasus tersebut. Sehingga, jangan sampai petani justru keduluan disanksi pihak lain, misalnya tidak diberikan bantuan kembali,” ujarnya.

Baca juga: Dugaan Fee P3-TGAI, Petani: Ketua KTNA Mauk Minta Uang Secara Paksa

Senada disampaikan Enjang yuda, Aktivis Penggiat Antikorupsi Tangerang Utara lainnya Ardiansyah mengatakan, penegak hukum tidak perlu menunggu laporan resmi untuk mengusut kasus itu. Sebab, kasus ini bukanlah delik aduan.

“Anggaran yang dipotong itu kan bersumber dari pemerintah, jadi polisi bisa melakukan pengusutan tanpa harus menunggu laporan resmi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, dua petani asal Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang membongkar dugaan pemotongan atau fee anggaran proyek P3A-TGAI. Mereka mengaku, dipotong dengan nominal Rp 60 juta hingga Rp 58,5 atau 30 persen dari total anggaran yang diterima, yakni sebesar Rp 195 juta. (ade maulana/imron)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.