Polda Banten Kawal Demo Buruh dengan Humanis dan Persuasif

  • Whatsapp
Polda Banten Kawal Demo Buruh dengan Humanis dan Persuasif
Personil Polda Banten duduk bersama dengan buruh yang menggelar demo di KP3B, Rabu (12/1/2022).

KOTA SERANG, RADAR24NEWS.COM-Ribuan buruh dari berbagai serikat kembali menggelar demontrasi (demo) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (5/1/2022). Mereka kembali meminta agar Gubernur Banten, Wahidin Halim melakukan revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

Pantauan radar24news.com, aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa kali ini berjalan dengan damai. Kepolisian Daerah (Polda) Banten yang humanis dan persuasif membuat aksi tersebut berjalan dengan kondusif dan lancer.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengungkapkan, sikap humanis yang dilakukan jajarannya itu sesuai commander wish Kapolda yaitu Pendekar Banten. Yakni Polisi yang empati, ngayomi dan dekat dengan masyarakat Banten.

“Personil yang mengawal unjuk rasa diintruksikan oleh Kapolda Banten agar bersikap humanis dan persuasif,” kata Shinto berdasarkan keterangan tertulisnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan unjuk rasa, lanjut Shinto, jumlah buruh dan mahasiswa yang menggelar demontrasi di KP3B tersebut berjumlah sebanyak 2.000 masa. Pihaknya mengawal aksi tersebut dengan menerjunkan ratusan personil.

“Polda Banten menurunkan ratusan personil untuk mengawal unjuk rasa tersebut, personil disebar di berbagai titik agar penyampaian aspirasi di muka umum tersebut berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Selain mengawal jalannya unjuk rasa, tambah Shinto, personil juga melakukan imbauan kepada massa agar tetap disiplin menerapkan protocol Kesehatan. Misalnya, pengunjukrasa agar tetap memakai masker dan menjaga jarak.

“Kami juga melakukan imbauan kepada pengunjuk rasa agar tetap disiplin menerapkan peotokol Kesehatan. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tutupnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.