Peracik Miras Maut di Menes Dibekuk, Pelaku Ngaku Belajar di YouTube

  • Whatsapp
Peracik Miras Maut di Menes Dibekuk, Pelaku Ngaku Belajar di YouTube
Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah (tengah) memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk meracik miras oplosan, Kamis (16/9/202)

KABUPATEN PANDEGLANG, RADAR24NEWS.COM-Jajaran Satreskrim Polres Pandeglang menangkap dua pelaku peracik minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan tiga pemuda di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Dihadapan polisi, pelaku mengaku tahu meracik miras tersebut belajar di youtube.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menjelaskan, Satreskrim Polres Pandeglang langsung melakukan penyelidikan, usai mendapatkan laporan pesta miras yang menewaskan dua pemuda di Kecamatan Menes. Tidak butuh waktu lama, Satreskrim berhasil menangkap dua pelaku berinisial berinisial D (25) dan A (23).

Bacaan Lainnya

“Kedua pelaku itu ditangkap di rumahnya masing-masing, mereka mengaku perbuatannya,” jelas Belny saat konferensi pers di Mapolres Pandeglang, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Tiga Hari Pesta Miras, 2 Pemuda di Menes Pandeglang Tewas

Selain menangkap kedua pelaku, lanjut Belny, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu botol kosong ukuran satu liter, satu botol kosong tempat air minum ukuran 250 mililiter.

“Kasus ini masih kita kembangkan, jadi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,” terangnya.

Cara kedua pelaku meracik miras oplosan itu dengan meracik lima liter alkohol dicampur dengan coca cola, nutrisari rasa jeruk nipis, bubuk Extrajos, dan air mentah. Setelah itu, kedua pelaku membagikan kepada para korban.

“Berdasarkan keterangan tersangka, mereka tahu meracik miras ini belajar dari youtube,” ujar Belny.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tambah Belny, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 89 ayat (2) jo pasal 76 J ayat (2) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan UU nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 204 ayat 1 atau ayat 2 KUHP.

“Ancaman hukumannya, paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.