Penyelewengan Bansos PKH di Lontar Kemiri, Diduga Bantuan Ditilap Oknum PNS Tangerang

  • Whatsapp

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Dugaan penyelewengan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tangerang terus mencuat.

Kini, dugaan penyelewengan dengan modus berbeda bergulir di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Bantuan untuk masyarakat miskin tersebut diduga ditilap oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berinisial AM.

Bacaan Lainnya

Dugaan itu berawal saat radar24news.com menerima data 12 nama penerima manfaat PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun berdasarkan penelusuran wartawan radar24news.com, diketahui dari 12 orang, 10 orang nama tersebut beralamat fiktif. Bahkan, di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri itu tidak ada nama 10 orang tersebut. Sementara 2 orang diketahui sudah meninggal dunia pada 2018 lalu.

Anehnya, berdasarkan pengakuan Saefullah agen BRILink di Kecamatan Kemiri, 12 orang penerima manfaat PKH di Desa Lontar, Kecamtan Kemiri bernama Siti Maesaroh, Khamdiah, Siti, Rumsiah, Tarmilah, Rohima, Sariyah, Satem, Sariyah, Ruminah, Rum, Tiwah. Dari tahun 2018 hingga sekitar Oktober 2020 lalu, terus mencairkan bantuan PKH tersebut.

“Dari tahun 2018 bantuan PKH untuk 12 orang itu diambil oleh saudaranya AM. Tapi sekitar Oktober 2020 kartu PKH berserta tabungan BRI sudah saya serahkan ke AM, karena takut ada masalah,” kata Saefullah, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Gelar Operasi Yustisi, Camat Kresek Temukan Warga Cuek Tak Bermasker

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Lontar Eka Komara membenarkan, Satem dan Sariyah yang masih terdaftar penerima bansos PKH tersebut sudah meninggal dunia pada 2018 lalu. Sementara 10 orang yang masih tercatat penerima PKH Bansos tidak ada. Hal itu diketahui dari database kependudukan di Desa Lontar.

“Betul, berdasarkan keterangan RT setempat, dua orang penerima PKH itu sudah meninggal dunia 2018. Kemudian, setelah kami cek di database kependudukan diketahui 10 orang data itu tidak ada di Desa Lontar,” kata Eka saat dikonfirmasi radar24news.com diruangnya, Selasa (12/1/2021).

Eka juga mengaku sudah mendatangi Saefullah, Agen BRILink di Kecamatan Kemiri. ternyata 12 kartu PKH itu didapat dari mantan Sekdes Lontar berinisial AM, yang saat ini berstatus PNS di lingkungan Pemkab Tangerang

“Menurut keterangan Agen BRILink, 12 kartu PKH itu digesek (dicairkan_red) sudah tahun 2018, terakhir orang tersebut (AM_red) mencairkan sekitar tiga atau empat bulal lalu, sekitar Oktober 2020,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut Eka, 12 kartu PKH tersebut sudah diserahkan kepada AM oleh agen BRLink karena khawatir ada masalah.

“Hingga saat ini, kami (pihak Desa Lontar_red) masih kesulitan konfirmasi ke AM untuk menanyakan pengakuan agen BRILink itu,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mevalidasi data 12 nama penerima PKH Desa Lontar, Kecamatan Kemiri tersebut, radar24news.com mengirimkannya ke Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang Ujat Sudarajat.

Berdasarkan pengecekan data sementara oleh Ujat. Diketahui, 2 orang dari 12 orang tersebut masih terdaftar menerima bantua PKH. Sementara 10 orang lainnya masih dilakukan pengecekan data.

“Untuk sementara, 2 orang ini benar masih mendapatkan bantuan PKH kang (Ujat menyebut wartawan), sisanya 10 orang masih dicek. Hasilnya nanti dikabarin,” singkatnya melalui telepon.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan radar24news.com masih berupaya konfirmasi ke PNS berinisial AM. Beberapa kali didatangi ke Kantor Kecamatan Kemiri, tempatnya bertugas. AM tidak berada di kantor. Radar24news.com masih berupaya mencari nomor kontak AM. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *