Pengedar Asal Curugbitung Dibekuk, Polisi Temukan 40 Plastik Sabu

  • Whatsapp
Pengedar Asal Curugbitung Dibekuk, Polisi Temukan 40 Plastik Sabu
Barang bukti timbangan dan narkoba jenis sabu-sabu dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Lebak, Jumat (17/9/2021). (angga/radar24news)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Sudah menjadi target operasi (TO), pria berinisial AH (38) warga Desa Cilayang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak dibekuk polisi. Dari rumah pelaku, Satresnarkoba Polres Lebak mengamankan sebanyak 40 plastik berisi narkoba jenis sabu-sabu. Selain itu, satu alat timbang elektrik yang diduga untuk mengukur sabu turut diamankan.

Wakapolres Lebak Kompol Bambang Supeno mengungkapkan, penangkapan pengedar narkotika jenis sabu-sabu ini, berawal dari informasi dari masyarakat yang tergangu dengan bisnis haram yang dilakukan pelaku.

Bacaan Lainnya

Merespon informasi itu, Satresnarkoba Polres Lebak membentuk tim untuk melakukan penyelidikan ke wilayah Curugbitung. Penangkapan pelaku ini tidak mudah, karena sangat licin dan pandai mengelabui petugas.

“Tapi, petugas pantai menyerah untuk mengungkap kasus peredaran sabu-sabu di wilayah Curugitung. Akhirnya, polisi berhasil mengkap pelaku dan mengamankan barang buktinya,” kata Bambang saat konferensi pers di Mapolres Lebak, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Oknum Ustad yang Cabuli Santri Ditahan Polres Lebak

Saat dilakukan penggerebekan di rumah pelaku, polisi berhasil mengamankan sebayak 40 plastik kecil berisi sabu dan satu alat timbang. Selanjutkan, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Lebak untuk keperluan pengembangan.

“Kasus ini masih kami kembangkan, untuk mengetahui pelaku lainnya. Jadi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Maka dari itu, saya minta pelaku AH bisa terbuka untuk menyebutkan asal-usul sabu itu,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Lebak AKP Ilman Robiana menambahkan, pelaku AH, warga Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Tangerang dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang Narkotika.

“Ancaman pidananya, maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.