Penambangan Emas Tanpa Izin di Cibeber Lebak Masih Marak

  • Whatsapp
Penambangan Emas Tanpa Izin di Cibeber Lebak Masih Marak
petugas resort gunung bedil pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Banten melakukan patroli di kawasan TNGHS, Blok Gunung Letik, Desa Wangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Penambangan emas tanpa izin atau ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Blok Gunung Letik, Desa Wangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak masih marak. Fakta itu dtemukan langsung oleh petugas resort gunung bedil pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Banten.

Kepala Resort Gunung Bedil pada BBKSDA Banten, Wahyu mengatakan, sejumlah petugas diturunkan untuk melakukan pengawasan di kawasan TNGHS. Ternyata masih ditemukan beberapa galian emas tanpa izin di Blok Gunung Letik, Desa Wangun, Kecamatan Cibeber.

Bacaan Lainnya

“Hasil patroli pengawasa, kami masih temukan aktivitas galian emas tanpa izin. Tapi kami tidak menemukan penambangnya kemungkinan mereka mengetahui kedatangan kita dan melarikan diri. Kami hanya melakukan penyitaan beberapa terpal untuk menutupi gubuk-gubuk,” kata Wahyu berdasarkan keterangan yang kirim ke radar24news.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Pantaskah Mantan Napi Korupsi Jadi Dewas PDAM Tirta Multatuli Lebak?

Dalam kesempatan ini, Wahyu mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak melakukan penambangan emas ilegal di kawasan TNGHS. Sebab, kondisi kerusakan di kawasan TNGHS sudah mengalami kerusakan dan dikhawatirkan akan penyebabkan longsor serta bencana alam lainnya.

“Para pelaku penambangan emas ilegal kami minta untuk menghentikan aktivitasnya, jika tidak kami tidak akan segan-sengan mengamankan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Wahyu menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservaski Sumber Daya Alam Ekosistemnya. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, disebutkan dilarang melakukan aktivitas penambangan dikawasan hutan yang dilindungi.

“Kami akan terus mengelar patroli pengawasan di kawasan TNGHS. Itu dilakukan agar tidak ada lagi aktivitas penambangan emas ilegal,” pungkasnya. (angga)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *