Pemkab Tangerang Perketat PSBB, Pesta Pernikahan Kembali Dilarang

  • Whatsapp
Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid.

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Sempat dilonggarkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali memutuskan untuk memperketat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pesta pernikahan yang sempat dilonggarkan kembali dilarang. Selain itu, jam operasional mal dibatasi mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Semula jam operasi mal dilonggarkan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid mengatakan, keputusan untuk memperketat PSBB lantaran penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil evaluasi, PSBB kali ini diperkatat karena penyebaran Covid-19 terus meningkat. Kegiatan yang awalnya dilonggarkan kembali dilarang, seperti acara pesta pernikahan dan jam operasional mal,” kata pria yang akrab dipanggil Rudi Maesal ini kepada radar24news.com, Rabu (16/9/2020).

Menurut Rudi, meski Pemkab Tangerang kembali memutuskan untuk melarang acara pesta pernikahan, namun akad nikah atau khitanan tetap diperbolehkan dengan tetap membatasi warga yang hadir dan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pekan depan, acara pesta pernikahaan kembali dilarang. Keculai akad nikah dan khitanan tetap diperbolehkan, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Polresta Tangerang Gandeng Komunitas Kampanye Protkes Covid-19

Untuk pengelola mal, menurut Rudi, diwajibkan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, seperti mengatur jaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun dan mewajibkan pengunjung memakai masker. Namun, bila ada pegawai mall yang positif Covid-19, pengelola mal diwajibkan untuk tutup sementara dan melakukan test swab seluruh pegawainya.

“Kami sudah memberikan imbauan kepada pengelola mall terkait pengetatan PSBB ini, termasuk kami juga sudah menyampikan pengelola wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Selain membatasi jam operasional mal dan melarang acara pesta pernikahan, lanjut Rudi, Pemkab bersama TNI dan Polri kembali melakukan razia masker di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Bila dalam razia itu masih ada warga yang tak memakai masker akan diberikan sanksi secra persuasive, seperti diberikan teguran dan sanksi sosial menyapu fasilitas umum.

“Jadi begini ya, bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, secara tidak langsung menjaga diri sendiri, keluarga, dan tetangga. Maka saya kembali himbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ade maulana)

Pos terkait

Pemdes Pakai Masker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *