Pemkab Tangerang Lambat Bertindak, Pemuda Teluknaga Hadang Truk

  • Whatsapp
Puluhan aktivis pemuda Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang menghadang akses truk tanah di Jalan Raya Teluknaga-Tanjung, Senin (29/6/2020)

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Puluhan aktivis pemuda Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang menghadang akses truk tanah di Jalan Raya Teluknaga-Tanjung, Senin (29/6/2020). Mereka melakukan penghadangan itu karena kesal dan menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lamban menindak aktivitas truk yang melanggar Peraturan Bupati (Perbupp) Tangerang Nomor 47 tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang.

Pantauan wartawan radar24news,com. puluhan aktivis tersebut berjaga-jaga agar truk pengakut tanah itu tidak melintas jalan tersebut. Mereka juga memasang spanduk besar bertuliskan ‘Transformer melanggar aturan jalan, penegak hukum tidak bergerak berarti kami yang harus bertindak’.

Koordinnator aksi, Imam mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mengingatkan pengusaha atau sopir truk tanah agar tidak melanggar jam operasional yang telah ditetapkan dalam Perbup Nomor 47 tahun 2018.

“Ketentuannya, truk tanah hanya boleh melintas pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB, tapi ini sering dilanggar,” kata Iman kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Pemkab Tangerang Terima Aset Senilai Rp 30 Miliar dari Kemenpu PR

Imam menyesalkan, para sopir truk ini melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Bupati Tangerang. Untuk itu, Imam berharap, Pemkab Tangerang leboh keras menertibkan truk-truk yang melanggar jam operasional. Sebab, aktivitas truk tanah yang melanggar jam operasional itu, selain menimbulkan kemacetan juga dikhawatirkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

“Kami minta Pemkab Tangerang lebih tegas untuk menindak truk tanah yang melanggar jam operasional,” tegasnya.

Bila tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Tangerang, lanjut Imam, masyarakat akan melakukan tindakan sendiri, namun ketika masyarakat melakukan tindakan sendiri jangan disalahkan bila terjadi gesekan dibawah.

“Kami akan melihat apakah Pemkab Tangerang akan melakukan tindakan, jika tidak kami warga akan melakukan tindakan,” pungkasnya. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *