Pembangunan Bendungan Pasir Kopo Ditolak Warga Cisimeut Lebak

  • Whatsapp
Warga Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten lebak memasang spanduk penolakan pembangunan bendungan pasir kopo.

KABUPATEN LEBAK,RADAR24NEWS.COM-Pembangunan bendungan pasir kopo di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak ditolak warga setempat. Mereka menilai, pembangunan bendungan tersebut akan merugikan masyarakat.

Tokoh Agama Desa Cisimeut Usatd Yudi menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kemen PUPR) akan membangunan bendungan pasir kopo di Desa Cisimeut, namun ribuan warga setempat menolaknya karena akan berdampak pergeseran budaya dan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ribuan masyarakar Desa Cisimeut sudah sepakat untuk menolak pembanguan bendungan pasir kopo, apapun alasannya. Kami menilai, pembangunan bendungan itu akan berdampak merugikan masyarakat, seperti pergeseran budaya, sejarah dan perekonomian,” kata Usat Yudi kepada wartawan radar24news.com, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi

Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, menurut Ustad Yudi, memiliki sejarah panjang karena dikenal dengan salah satu wilayah pejuang yang ikut adil dalam kemerdekaan Republik Indonesia dan juga dalam perjuangan pembentukan Provinsi Banten.

“Jadi, jika pembangunan bendungan pasir kopo tetap dilakukan, sama saja mengubur nilai-nilai sejarah,” tuturnya.

Ustad Yudi menambahkan, penolakan pembangunan bendungan pasir kopo itu sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Asisten Daerah (asda) satu. Hal itu agar disampikan ke Pemerintah Pusat.

“Kami secara resmi sudah menyampikan penolakan ini ke Pemkab Lebak, denga melampiran ribuan tanda tangan penolakan,” ungkapnya.

Terpisah, Asda satu Pemkab Lebak Alkadri membenarkan, pihaknya sudah menerima aspirasi terkait penolakan pembangunan pasir kopo tersebut. Dalam surat aspirasi itu, dilampirkan 3.774 tanda tangan warga yang menolak.

“Betul, kami sudah menerima aspirasi penolakan itu, yang ditandatangani 3.774 warga. Segera kami akan sampaikan kepada Kemen PUPR,” pungkasnya. (yuda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *