Pelaku Penyeludupan Baby Lobster Di Bandara Soetta Ternyata Perusahaan Fiktif

  • Whatsapp
penyeludupan baby lobster
Baby Lobster

BANDARA SOETTA, RADAR24NEWS.COM– Pelaku penyeludupan 34 boks baby lobster yang akan dikirim dengan pesawat tujuan Jakarta-Singapura via Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Selasa (4/5/2021), ternyata merupakan sebuah perusahaan fiktif yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian Saputra menjelaskan, ada empat orang tersangka yang ditangkap karena kasus ini, yaitu HZ, AFA, DS, dan B. Keempatnya memiliki peran masing-masing mulai dari direktur sampai bendahara.

Bacaan Lainnya

“HZ ini profesinya sebagai direktur PT Berlian Abadi. Perannya, menyiapkan sayuran selada air untuk di-packing dan dicampur dengan benih lobster sebagai upaya mengelabui petugas bandara,” kata pria yang akrab disapa Adi ini kepada radar24news.com saat konfrensi pers di Bandara Soetta.

Selanjutnya, Adi mengungkap, PT Berlian Abadi sendiri merupakan perusahaan fiktif yang menyamarkan pengiriman baby lobster dengan selada air.

“Setelah ditindak lanjuti, kami mengetahui jika perusahaan ini ternyata merupakan perusahaan fiktif untuk menyamarkan proses pengiriman. Yang bersangkutan (HZ) kami amankan di Denpasar, Bali,” lanjutnya.

Adi kembali memaparkan, tersangka AFA juga ditangkap di sebuah kos-kosan daerah Denpasar, Bali. Tersangka AFA ini profesinya sebagai bendahara yang mengurus ongkos pengiriman baby lobster.

“AFA, tersangka kedua ini seorang perempuan. Tugasnya merencanakan, kemudian menghubungi perusahaan ekspedisi untuk proses pengiriman sayuran yang dicampur benih lobster. Yang bersangkutan ditangkap di salah satu kos-kosan di daerah Denpasar, Bali,” tuturnya.

Baca juga: Buronan Interpol Asal Korea Selatan Ditangkap di Bandara Soetta

Kemudian tersangka ketiga berinisial DS. Perannya, membantu menyiapkan biaya operasional pengiriman baby lobster. DS ini ditangkap di tempat yang sama dengan AFA.

Terakhir, tersangka keempat berinisial B. Perannya adalah mengambil benih lobster. B ini ditangkap di Pademangan, Jakarta Utara.

“Tersangka terakhir (keempat) adalah saudara B. Perannya, mengambil benih lobster yang sudah siap dikirim di daerah Teluk Naga untuk dilakukan packing, serta mengarahkan ekspedisi untuk ke gudang tempat packing. Yang bersangkutan ditangkap di Pademangan, Jakarta Utara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Adi mengatakan, polisi masih memburu empat orang terduga pelaku lainnya. Keempatnya diduga terlibat dalam penyeludupan tersebut.

“Di antara empat ini, masih ada lagi yang kita cari yaitu TMW, perannya penyandang dana; kedua A, perannya sebagai pemilik tempat di mana barang ini di-packing. Kemudian Y, yang membantu mem-packing dan Saudara M membantu mem-packing pula,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bandara Soeta Kompol Alexander Yurikho menjelaskan, perusahaan fiktif tersebut didirikan oleh tersangka HZ, AFA, dan DS.

“Setelah kami cek alamat kantor perusahaan yang berada di Kp. Babakan RT 2/12 Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, dan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa barat tersebut, ternyata hanyalah rumah biasa,” kata pria yang akrab dipanggil Alex ini.

Keempat tersangka sudah menyeludupkan baby lobster sebanyak delapan kali secara bertahap sejak 18 Maret hingga 6 April 2021. Total ada 72.288 ekor benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura.

Para tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 juncto Pasal 34 UU RI No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. (mg-alvi lutfiah agisni/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.