Peduli Lingkungan, D’Vecta-Dinas Perikanan Tanam Mangrove di Mauk

  • Whatsapp
Peduli Lingkungan, D’Vecta-Dinas Perikanan Tanam Mangrove di Mauk
Peduli Lingkungan, D’Vecta-Dinas Perikanan Tanam Mangrove di Ketapang Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauak, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/8/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sebanyak, 1.000 bibit mangrove ditanam di Ketapang Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauak, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/8/2021). Kegiatan peduli lingkungan ini digelar oleh Velozity Chapter Tangerang atau D’Vecta bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang.

Monty Isdawanti, coordinator pelaksana dari D’Vecta mengungkapkan, kegiatan peduli lingkungan dengan menanam ribuan bibit mangrove ini bukan kali pertama. Namun sudah dua kali dilakukan di Pesisir Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Penanaman bibit mangrove di Mauk ini merupakan kegiatan kedua, sebelumnya sudah di lakukan ditempat lainnya,” ungkap Monty berdasarkan keterangan tertulis diterima radar24news.com.

Baca juga: Rudi Maesal Sebar Sembako dan Ikan Lele di Sukamulya Tangerang

Menurutnya, tujuan kegiatan peduli lingkungan dengan menanam bibit mangrove di Kecamatan Mauk tersebut, untuk menjaga ekosistem laut. Selain itu, pihaknya ingin merubah penilaian masyarakat bahwa D’Vecta juga memiliki kegiatan positif.

“D’Vecta akan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti kegiatan peduli lingkungan seperti ini. Mangrove baik untuk menjaga ekositem,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Jainudin mengucapkan, terimkasih kepada D’Vecta yang sudah menggelar penanaman bibit mangrove di Ketapang Aquaculture, Kecamatan Mauk.

“Terimakasih kepada D’Vecta yang sudah membantu Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam rangka menjaga lingkungan dengan cara menanam bibit mangrove di Ketapang Aquaculture Mauk,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Jainudin menjelaskan bahwa, wilayah Pesisir Pantai Kabupaten Tangerang terjadi abrasi sejak 1995 hingga 2015. Dimana, seluas kurang lebih 579 hektare tanah tersebut terkikis oleh air laut.

“Untuk mencegah abrasi kembali, Pemkab Tangerang terus berupaya dengan berbagai cara. Tapi kami sadar, upaya itu harus didukung oleh semua pihak,” pungkasnya. (mey/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.