Pasca Viral, Terduga Pungli di Cisauk Tangerang Diamankan Polisi

  • Whatsapp
Pasca Viral, Terdauga Pungli di Cisauk Tangerang Diamankan Polisi
Lokasi terduga pelaku melakukan dugaan pungli.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Beberapa hari ini, Masyarakat Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan video aksi dugaan pungutan liar (pungli) di Jalan Raya Serpong, tepatanya di depan Apartemen Serpong, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Aksi tersebut viral setelah diunggah oleh akun @tangerang24jam.Dalam tayangan video, salah seorang pengemudi truk dimintai uang oleh seorang pria. Mulanya, sopir truk menolak karena dimintai uang senilai Rp 150 ribu.

Bacaan Lainnya

Namun, pada akhirnya sang sopir memberikan uang yang diminta pria tersebut. Sopir juga diberikan kwitansi dari pungli tersebut.

Ternyata, seorang pria yang melakukan pungli itu berinisial AK (30). Pria itu sudah ditangkap oleh Polsek Cisauk, pada Rabu (3/3/2021).

Kapolsek Cisauk AKP Fahad Hafidulhaq membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebut, AK sudah diamankan dan mengakui perbuatannya.

“Iyak orang yang terekam di video viral itu AK. Dia sudah kita amankan kemarin dan saat ini masih kita lakukan pemeriksaan,” ujarnya dikonfirmasi radar24news.com, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Jokowi ke Serang, Resmikan Bendungan Sindang Heula

Kepada polisi, AK mengakui baru pertama melakukan aksi pungli tersebut. Hal itu dilakukan karena AK tidak bekerja alias pengangguran.

“Yang bersangkutan mengaku baru pertama kali melakukan. Tapi kita masih terus dalami keterangannya dan dicocokan dengan saksi hingga korban,” sebutnya.

Saat ini, Fahad menyebut, pihaknya masih mencari sopir truk yang menjadi korban dari pungli tersebut. Sebab korban belum melaporkan kepada kepolisian.

“Kami belum bisa gali keterangan korbannya karena korban belum melapor. Makanya kita sedang tanyakan kepada saksi-saksi,” katanya

Fahad meminta, siaapun yang menjadi korban dalam pungli terutama di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang untuk segera melapor.

“Untuk proses penyelidikan lebih lanjut harus ada korban atau pelapornya untuk menjalani proses hukum. Kalau ada yang merasa dirugikan, silahkan melapor,” pungkasnya. (siti nurhasanah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.