Oknum PNS Tangerang Akui Selewengkan Bansos PKH di Lontar Kemiri

  • Whatsapp
Oknum PNS Tangerang Akui Selewengkan Bansos PKH di Lontar Kemiri
Radar24news.com mengungkap dugaan penyelewengan Bansos di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berinisial AM mengakui menyelewengkan bantuan dengan cara menyerahkan kartu 12 keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang dan mencairkan di agen BRILink milik Saefullah.

“Tapi, setelah dicairkan bantuan itu oleh saya dibagi-baikan kepada warga yang membutuhkan. Ke-12 Kartu PKH itu tetap disimpan di agen BRILink milik Saefulah. Jadi saat waktunya cair, baru saya ambil,” kata AM saat dikonfirmasi wartawan radar24news.com di halaman Kantor Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/1/2021).

Menurut AM, proses penyaluran yang dilakukannya tidak hanya disalurkan kepada satu orang saja. Misalnya, bulan ini disalurkan untuk warga A dan bulan berikutnya diberikan untuk warga B

“Bantuannya disalurkan ke warga beda-beda, keliling. Tapi disalurkan ke warga miskin. Kartunya tetap di agen BRLink Milik Saefulah,” tuturnya.

AM mengaku, tidak bisa melanjutkan wawancara. Saat ditanya warga mana saja yang menerima bantuan yang disalurkan AM.

“Nantinya saja pak (menyebut wartawan), nanti saya akan panggil bapak,” tutupnya.

Baca juga: Penyelewengan Bansos PKH di Lontar Kemiri, Diduga Bantuan Ditilap Oknum PNS Tangerang

Diberitakan sebelumnya, Dugaan penyelewengan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tangerang terus mencuat.

Kini, dugaan penyelewengan dengan modus berbeda bergulir di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Bantuan untuk masyarakat miskin tersebut diduga ditilap oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berinisial AM.

Dugaan itu berawal saat radar24news.com menerima data 12 nama penerima manfaat PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun berdasarkan penelusuran wartawan radar24news.com, diketahui dari 12 orang, 10 orang nama tersebut beralamat fiktif. Bahkan, di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri itu tidak ada nama 10 orang tersebut. Sementara 2 orang diketahui sudah meninggal dunia pada 2018 lalu. (ade maulana)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *