Ngaku Anggota Kopassus, Pemuda di Kota Serang ini Ancam Polisi

  • Whatsapp
AS alias Peni diamankan usai mengancam meratakan Mapolsek Curug, Polres Serang Kota, Kota Serang (istimewa)

KOTA SERANG, RADAR24NEWS.COM– AS alias Peni (25), diamankan tim gabungan satuan reserse kriminal (Satreskrin) Polsek Curug, Polres Serang Kota bersama intel komando pasukan khusus (Kopasus) usai nekat mengacam akan menyerang, mengelung, hingga meratakan markas polisi sektor (Mapolsek) Curug, Kota Serang, Banten. Ancaman dengan mengaku-ngaku anggota Kopasus dilakukan pelaku karena motor rekannya terjaring razia dan berharap dilepaskan.

Kapolsek Curug Iptu Shilton mengatakan peristiwa ini bermula pada Minggu 16 Februari 2020, sekira pukul 02.00 WIB. Ia bersama tujuh anggota Polsek Curug melaksanakan operasi penertiban balap liar di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang.

Bacaan Lainnya

“Pengancaman terjadi ketika anggota kami mengamankan satu unit motor Ninja. Di mana pemilik kendaraan tersebut pada saat itu merasa tidak terima,” ujar Shilton, Rabu (19/2/2020).

Baca Juga : Polres Serang Kota Bongkar Tindak Pidana Perdagangan Orang
Baca Juga : Tingkatkan Minat Baca Warga, Ini Yang Dilakukan Polres Serang Kota

Dikarenakan tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan, pemilik motor kemudian menghubungi rekannya AS alias Peno. Ponsel pun diberikan kepada Briptu Roni untuk berbincang. Namun, AS memarahi anggota kepolisian itu dan meminta agar motor tersebut dilepaskan.

Oleh anggota, ponsel diberikan kepada Kapolsek Iptu Shilton sebagai penanggung jawab kegiatan. Bukannya berbicara baik-baik, AS justru mengaku sebagai Komandan Batalion (Danton) 11 Grup 1 Kopassus dan mengancam akan meratakan Mapolsek Curug.

“Pelaku mengancam agar kendaraan Ninja milik rekannya segera dilepaskan, kalau tidak Polsek Curug akan diratakan dengan tanah dan akan menyerang ke Polsek Curug dengan membawa pasukan 1 batalion,” ujar Shilton menirukan perkataan pelaku.

Selanjutnya anggota Unit Reskrim Polsek Curug bersama Intel Kopassus melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa pelaku bukanlah anggota TNI melainkan hanya anggota klub motor Ninja.

Akhirnya pelaku diamankan kemarin malam di wilayah Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, bersama barang bukti dua ponsel dan dua motor. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Curug guna menjalani proses lebih lanjut.

Akibat perbuatan itu, pelaku yang juga anggota klub motor sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45B UU ITE.

“Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” pungkasnya. (gus/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.