KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus menggenjot penyelesaian Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program prioritas nasional. Hingga awal Juli 2025, progres pembangunan Sekolah Rakyat secara fisik telah mencapai 90,72 persen, dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 8 Juli 2025.
Program Sekolah Rakyat ini merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan yang layak, inklusif, dan berstandar nasional bagi masyarakat di berbagai daerah.
Komitmen Pemerintah untuk Pemerataan Pendidikan
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerataan pendidikan.
“Fasilitas pendidikan yang layak akan memperkuat kualitas proses belajar-mengajar di seluruh Indonesia. Ini adalah bentuk nyata upaya kita membangun SDM dari hulu ke hilir,” ujar Dody, Sabtu (5/7/2025).
Sekolah Rakyat tahap pertama atau Tahap 1A mencakup 65 lokasi. Awalnya, hanya 45 lokasi yang diusulkan oleh Kementerian Sosial, namun meningkat menjadi 100 lokasi berdasarkan arahan Presiden.
Bangunan Eksisting Dimanfaatkan Ulang
Essy Asiah, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kemen PU, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tahap awal difokuskan pada bangunan eksisting milik kementerian/lembaga seperti Kemensos, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
“Kami tidak membangun dari nol, melainkan melakukan renovasi ringan hingga sedang pada bangunan yang sudah ada dan memungkinkan untuk diubah menjadi ruang kelas,” ujar Essy.
Namun, dua lokasi dibatalkan karena kendala teknis, yakni satu lokasi di Papua Pegunungan dan satu sekolah di Kalimantan Tengah yang masih aktif digunakan.
Tahap 1B Sudah Dimulai
Sementara itu, Sekolah Rakyat Tahap 1B telah berjalan dan mencakup 37 lokasi tambahan, sehingga totalnya menjadi 100 lokasi. Renovasi tahap ini mulai dikontrak pada 4 Juli 2025 dan ditargetkan selesai sebelum akhir bulan.
“Dengan sisa waktu yang ada, kami fokus pada efisiensi waktu dan kualitas agar semua sekolah dapat siap diluncurkan pada akhir Juli,” tambah Essy.
Baca Juga: IM57+ Institute Sorot Keras Dugaan Gratifikasi di Kemen PU
Renovasi Berbasis Kualitas
Meski waktu pengerjaan cukup singkat, Kemen PU menegaskan bahwa kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas.
“Kami hanya memilih bangunan yang kerusakannya tidak menyentuh struktur utama, agar waktu yang sempit tetap bisa menghasilkan renovasi yang bermutu,” jelas Essy.
Renovasi difokuskan pada perbaikan atap, plafon, pengecatan, dan pengelolaan landscape agar mendukung kenyamanan belajar.
Dengan target penyelesaian pada 8 Juli 2025, Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan merata dan berkualitas. Program ini sekaligus menunjukkan sinergi antarlembaga dalam memaksimalkan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik.
Editor: Imron Rosadi







































