MUENCHEN, RADAR24NEWS.COM-Mimpi itu akhirnya menjadi nyata. Setelah 168 pertandingan di kompetisi paling elite Eropa, PSG (Paris Saint-Germain) sukses mencetak sejarah dengan menjuarai Liga Champions UEFA 2024/2025, membantai Inter Milan dengan skor mencolok 5-0 di Stadion Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).
Kemenangan monumental ini tak hanya menghapus label “tim besar tanpa mahkota” yang selama ini melekat pada PSG, tapi juga menobatkan mereka sebagai klub elite yang berhasil meraih treble winner musim ini.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Total PSG
Sejak peluit pertama dibunyikan, PSG langsung menguasai jalannya laga. Gol pembuka datang cepat dari Achraf Hakimi pada menit ke-12 lewat tendangan mendatar yang menembus pertahanan Inter. Tujuh menit berselang, pemain muda Desire Doue menggandakan keunggulan PSG menjadi 2-0, menutup babak pertama dengan dominasi penuh.
Tak berhenti di situ, PSG mengganas di babak kedua. Doue kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63. Kemudian giliran Khvicha Kvaratskhelia dan Senny Mayulu menambah luka Inter, masing-masing mencetak gol pada menit ke-73 dan 86.
PSG menguasai bola hingga 59 persen, melepaskan 23 tembakan, 8 di antaranya tepat sasaran. Inter hanya mampu membalas dengan delapan tembakan, dan hanya dua yang mengarah ke gawang.
Sejarah Baru: PSG Pecahkan Rekor Liga Champions
Gelar ini adalah yang pertama kali bagi PSG di Liga Champions, setelah gagal pada kesempatan sebelumnya, termasuk saat tumbang di final melawan Bayern Muenchen pada 2020.
“Itu impian kami, impian saya, dan saya senang kami berhasil,” ujar Vitinha, gelandang PSG kepada dikutip dari Sky Sports.
“Kemenangan ini menunjukkan banyak hal tentang tim ini. Kami akan rayakan malam ini seperti raja,” tambah Vitinha.
Kemenangan ini juga menjadikan PSG sebagai klub ke-9 di Eropa yang meraih treble winner. Yakni liga domestik, piala domestik, dan Liga Champions dalam satu musim.
Inter Milan Tersungkur: Final Keempat yang Gagal
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Inter Milan. Mereka kini sudah kalah di empat dari lima final Liga Champions terakhir. Klub berjuluk Nerazzurri itu harus puas hanya menjadi penonton pesta PSG.
PSG dan Momen Kejayaan yang Lama Ditunggu
Setelah puluhan tahun bermimpi, puluhan bintang didatangkan, dan berbagai kegagalan pahit, PSG akhirnya benar-benar tiba di puncak Eropa. Bukan sekadar uang dan bintang, tapi kolektivitas dan determinasi tim yang membawa mereka menaklukkan malam terbesar di sepak bola Eropa.
Dari Paris untuk Eropa, trofi Si Kuping Besar kini bersarang di Parc des Princes.


































