ITALIA, RADAR24NEWS-Juventus resmi mengamankan tiket ke Liga Champions 2026 usai menang dramatis atas Venezia dengan skor 3-2. Di balik euforia kemenangan Si Nyonya Tua, tersimpan kisah pahit dari Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang gagal menyelamatkan Venezia dari degradasi ke Serie B.
Laga pamungkas Serie A 2024/25 digelar di Stadio Pier Luigi Penzo, Senin (26/5/2025) dini hari. Juventus tampil agresif dengan mencetak tiga gol lewat Kenan Yildiz, Randal Kolo Muani, dan Manuel Locatelli. Venezia yang mencoba bertahan di kasta tertinggi hanya mampu membalas lewat gol Daniel Fila dan Ridgeciano Haps.
Hasil ini memastikan Juventus finis di peringkat keempat klasemen akhir dengan 70 poin—cukup untuk mengamankan tempat di Liga Champions 2026, menemani Napoli, Inter Milan, dan Atalanta.
Jay Idzes Absen, Venezia Kehilangan Tembok Pertahanan
Sementara itu, nasib berbeda dialami Jay Idzes, bek tangguh yang jadi tumpuan Venezia. Sayangnya, Idzes harus absen di laga krusial ini akibat akumulasi kartu kuning.
“Jay adalah pemain penting kami. Sayang sekali dia tak bisa tampil di laga yang sangat menentukan ini,” ujar Pelatih Venezia dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ketiadaan Jay yang sudah mengoleksi lima kartu kuning menjadi pukulan telak. Ia mendapatkan kartu terakhir saat menghadapi Cagliari di pekan ke-37. Sebelumnya, Idzes juga diganjar kartu saat bertemu Bologna, Napoli, Cagliari, dan AS Roma.
Tangis Haru dan Harapan Jay Idzes
Di ruang ganti Venezia, suasana haru tak terelakkan. Para pemain menunduk lesu. Beberapa di antaranya meneteskan air mata. Jay Idzes, yang menyaksikan pertandingan dari tribun, tampak terpukul.
“Saya ingin membantu tim, tapi keadaan berkata lain. Saya akan tetap bertarung untuk Venezia musim depan,” ujar Jay kepada media Italia, dengan mata berkaca-kaca.
Baca Juga: SMPN 16 Kota Tangerang Juara Piala KONI KU-14
Juventus Kembali ke Habitatnya
Sementara itu, kubu Juventus menyambut kegembiraan lolos ke Liga Champions 2026 dengan semangat baru. Setelah musim penuh gejolak yang ditandai pemecatan Thiago Motta dan masuknya Igor Tudor sebagai pelatih, Juventus kembali ke tempat yang mereka yakini sebagai “rumah” mereka: kompetisi elite Eropa.
“Kami Juventus, dan tempat kami memang di Liga Champions. Musim ini adalah pelajaran, musim depan kami akan datang lebih kuat,” kata Di Gregorio, salah satu pemain Juventus.



































