JAKARTA, RADAR24NEWS.COM–Aksi demonstrasi bertajuk Aksi Kebangkitan Jilid II Transportasi Online Nasional 217 yang digelar pada Senin (21/7/2025) malah berujung antiklimaks. Kendati sempat diklaim bakal diikuti 50 ribu pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah, faktanya aksi di depan Menara Danareksa, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu berlangsung sepi massa.
Terpantau, tak sampai 100 orang hadir dalam unjuk rasa tersebut. Sementara sebagian besar komunitas besar driver ojol memilih tidak bergabung. Ada apa dengan demo driver ojol kali ini?
Tuntutan Tak Relevan, Massa Tak Tergerak
Igun Wicaksono, Ketua Garda Indonesia sekaligus penggagas aksi, sebelumnya menyebut ribuan driver akan mematikan aplikasi (offbid) sebagai bentuk protes terhadap sistem pembagian pendapatan yang dinilai tidak adil. Namun, semangat ini tak diikuti oleh kelompok besar seperti Koalisi Ojol Nasional (KON) dan Forum Komunitas Driver Online Indonesia.
Andi Kristiyanto, Ketua Presidium KON, mengatakan bahwa tuntutan dalam demo tersebut tidak merepresentasikan suara mayoritas.
“Tuntutan itu sarat kepentingan kelompok tertentu. Kami menolak ikut serta karena tidak semua poin aspiratif,” ujar Andi, Selasa (22/7/2025).
Sementara Rahman Thohir dari Forum Komunitas Driver Online Indonesia menyebut bahwa sebagian besar tuntutan lemah secara dasar hukum.
“Daripada minta potongan 10 persen, lebih baik kita kawal penerapan potongan 5 persen untuk kesejahteraan mitra,” kata Rahman.
Grab Angkat Bicara: Solusinya Bukan Kurangi Komisi
Menanggapi aksi ini, Grab Indonesia menyatakan tuntutan untuk pemangkasan komisi ke aplikator maksimal 10 persen tidak realistis.
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menilai bahwa solusi lebih bijak adalah dengan penyesuaian tarif layanan.
“Sudah tiga tahun tarif tidak naik. Penyesuaian biaya jasa lebih adil dan berkelanjutan untuk seluruh ekosistem transportasi online,” jelas Tirza.
Baca Juga: Ojek Online Banten Curhat ke Gubernur, Ini Respons Andra Soni
Lima Tuntutan Demo Driver Ojol 217
- Negara segera menghadirkan UU Transportasi Online / PERPPU.
- Skema pembagian hasil 90:10 untuk driver dan aplikator.
- Pemerintah buat aturan tarif antar barang dan makanan.
- Audit investigatif terhadap aplikator.
- Hapus fitur yang memecah komunitas seperti slot, aceng, hub, multi order, dan member.
FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Demo Driver Ojol
Q: Apa Tuntutan demo driver ojol pada 21 Juli 2025?
A: Aksi protes oleh sebagian pengemudi ojol yang menuntut perubahan skema bagi hasil, regulasi tarif, dan transparansi aplikator.
Q: Kenapa demo driver ojol kali ini sepi?
A: Demo dianggap tidak mewakili suara mayoritas dan dicurigai memiliki agenda terselubung oleh komunitas besar.
Q: Siapa yang menolak ikut aksi demo?
A: Koalisi Ojol Nasional (KON) dan Forum Komunitas Driver Online Indonesia secara terbuka menolak ikut.
Q: Apa yang dituntut dalam demo ini?
A: Mulai dari skema pembagian 90:10 untuk driver, regulasi tarif, hingga audit aplikator dan penghapusan fitur tertentu.
Q: Apa tanggapan Grab Indonesia?
A: Grab menilai solusi yang lebih baik adalah penyesuaian tarif jasa, bukan menurunkan komisi.



































