Musim Hujan, Harga Pasir Merangkak Naik di Lebak

  • Whatsapp
Musim Hujan, Harga Pasir Merangkak Naik di Lebak
Salah satu penambang pasir sungai di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Beberapa hari ini, terjadi hujan hampir di semua daerah di Provinsi Banten. Tak terkecuali di Kabupaten Lebak. Akibat musim hujan, harga pasir mulai merangkak naik karena aktivitas penambangan pasir terganggu.

Engkus (38 tahun), salah seorang pedagang pasir di Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak mengaku, stok pasir di tempatnya mulai menipis. Sedangkan permintaan pasir dari luar daerah semakin meningkat.

Bacaan Lainnya

“Jika stok terus menipis, maka kenaikan harga tidak terhindarkan, kata Engkus kepada radar24news.com saat ditemui di lapaknya, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Velg Retro Klasik Masih Diburu Modifikator di Tangerang

Menurut Engkus, kenaikan harga pasir sudah menjadi tradisi. Sebab, selain aktivitas penambangan tergangu juga pengiriman juga terhambat.

“Stok menipis, pengiriman terhabat. akibatnya harga pasti naik. Kenaikannya tidak menentu, bisa berkisaran 20 sampai 30 persen.Tapi kalau sudah tidak musim hujan, bisa saja harga turun kembali,” ujarnya.

Jajang, salah seorang suplayer pasir asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak mengungkapkan, musim hujan sangat mengganggu transportasi dari penambangan sampai ke penimbunan di seputaran Tangerang.

“Akibat hujan, maka terjadi antrean di galian. Aktivitas awak galian terganggu hujan, maka terjadi antrean truk menunggu giliran. Setelah itu, truk pengangkut bisanya terkendala di jalan raya,” tuturnya.

Jajang mengaku, jika sudah terjadi musim hujan enggan mencari pasir. Lebih baik diam sementara ketimbang merugi. Disebutkan, harga beli pasir per truknya sekitar  Rp 700.000 isi 7,5 kubik.

“Musim hujan seperti sekarang lebih baik diam, karena harga pasir pasti naik dari penambang,” pungkasnya. (angga/ron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.