Mudik Dilarang, Sopir Angkutan Kota Terpaksa Berhutang Demi Bertahan Hidup

  • Whatsapp
Mudik Dilarang, Sopir Angkutan Kota Terpaksa Berhutang Demi Bertahan Hidup
Para sopir angkuta kota sedang menunggu penumpang.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Kebijakan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah atau tahun 2021, ternyata berdampak kepada para sopir angkuta kota. Mereka terpaksa berhutang demi bisa bertahan hidup.

Hal tersebut disampaikan Sadam, sopir angkuta kota jurusan Serang-Malingping. Menurutnya, jumlah para pemudik untuk pulang ke Malingping dari Serang sangat sedikit. Bahkan sedikit jika dibadingkan tahun 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

“Sepi kang (Sadam menyebut wartawan) yang mudik, sangat parah. Dan lebih parah disbanding tahun lalu,” kata Sadam kepada radar24newes.com, Kamis (13/5/2021).

Lebih lanjut Sadam mengatakan, para penumpang di Terminal Pakupatan, Kota Serang bisa dirinya menunggu penumpa ng turun hingga mencapai 75 persen. Jumlah tersebut menurun sebesar 50 persen disbanding tahun 2020.

“Saat ini, penumpang sekitar 20 persen, tahun lalu lebih baik sekitar 50 persen ada penumpang,” tutur pria asal Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak ini.

Baca juga: Tips Memilih Kalung yang Tepat untuk ke Kantor

Sebelum diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah, Sadam bisa membawa penumpang hingga seribu orang dengan ongkos sekitar Rp 50 ribu hingga 70 ribu.

“Paling jago 500 penumpang dari sebelum pemberlakuan larangan mudik hingga pelarangan mudik oleh pemerintah. Biasanya ribuan,” ungkapnya.

Sadam menambahkan, sepinya penumpang ini sangat berdampak terhadap pendapatannya. Saat ini paling banyak dia hanya bisa membawa penumpang 3 hingga 4 penumpang. Kini demi bertahan hidup, dirinya terpaksa utang ke warung untuk makan.

“Pendapatan saya nol sekarang. Boro-boro untuk biaya solar. Makan saja ngutang ke warung,” [ungkasnya. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.